Liga 1 Askot Tertunda, Panitia Keluhkan Kota Palangka Raya Tak Punya Stadion
SB, PALANGKA RAYA – Kompetisi Liga 1 Askot PSSI Palangka Raya resmi bergulir sejak 9 Juni 2025. Meski pelaksanaannya baru dimulai tahun ini, turnamen ini sebenarnya merupakan bagian dari agenda tahun 2024 yang sempat tertunda.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Misbah, mengungkapkan bahwa keterlambatan ini bukan tanpa alasan. Minimnya fasilitas olahraga yang dimiliki Pemerintah Kota Palangka Raya menjadi hambatan utama dalam menyelenggarakan liga sepak bola ini secara optimal.
“Kalo problem setiap kegiatan pasti ada ya, yang pertama secara umumnya Kota Palangka Raya tidak memiliki lapangan, itu yang pertama kendala kami sebagai panitia pelaksana,” ujarnya saat ditemui pada Rabu (11/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa penundaan pelaksanaan Liga 1 Askot PSSI ini terjadi berulang kali karena keterbatasan lapangan sepak bola yang memenuhi standar pertandingan.
“Kenapa kegiatan ini mundur dan mundur lagi, karena memang ketersediaan lapangan di Kota Palangka Raya yang standar untuk kita melaksanakan kegiatan ini terbatas,” lanjut Misbah.
Lebih lanjut, ia menyayangkan bahwa hingga saat ini Kota Palangka Raya belum memiliki stadion atau lapangan sendiri yang dikelola oleh pemerintah kota. Semua fasilitas yang digunakan selama ini merupakan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga sering terjadi benturan jadwal dengan kegiatan provinsi.
“Kota Palangka Raya pun tidak memiliki stadion atau lapangan sendiri, karena stadion yang tersedia ini milik provinsi. Jadi kita terbenturnya di situ,” katanya.
Misbah berharap ke depan Pemerintah Kota dapat mengupayakan pembangunan fasilitas olahraga yang representatif agar kegiatan olahraga tingkat kota, termasuk Liga 1 Askot PSSI, tidak lagi terganjal persoalan teknis seperti ini.
“Mudah-mudahan Kota Palangka Raya bisa memiliki stadion sendiri atau lapangan sendiri lah istilahnya, supaya kita tidak ketergantungan dan berbenturan dengan kegiatan provinsi,” tutupnya. (sb)