Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Gelar Bimtek Pokjanal Posyandu dan Launching Desa Siaga Stunting

Redaksi 12-06-2025, 02:17 WIB 2 menit baca
Pembukaan Advokasi, Koordinasi dan Bimtek Pokjanal Posyandu Tingkat Kabupaten Kotim Tahun 2025 di Aquarius Boutique Hotel Sampit, Kamis 12 Juni 2025. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Pembukaan Advokasi, Koordinasi dan Bimtek Pokjanal Posyandu Tingkat Kabupaten Kotim Tahun 2025 di Aquarius Boutique Hotel Sampit, Kamis 12 Juni 2025. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyelenggarakan kegiatan advokasi, koordinasi dan bimbingan teknis (Bimtek) Pokjanal Posyandu yang dirangkai dengan launching Desa Siaga Stunting tingkat kabupaten, Kamis (12/5/2025).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kotim Halikinnor, ia menekankan pentingnya kegiatan ini dalam menjawab tantangan pembangunan kesehatan di daerah.

“Permasalahan pembangunan kesehatan di Indonesia masih dihadapkan dengan tingginya angka kematian ibu dan anak serta semakin kompleksnya masalah gizi. Angka stunting di wilayah kita masih tinggi, merujuk pada data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 prevalensi stunting Kabupaten Kotawaringin Timur sebesar 35,5 persen,” ungkapnya.

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi keprihatinan bersama karena akan sangat memengaruhi kualitas generasi penerus di masa depan.

"Masih tingginya angka kematian yang diakibatkan penyakit menular dan tidak menular dapat menimbulkan beban kesehatan yang cukup signifikan. Dalam hal ini, peran besar ada pada Posyandu yang secara langsung berhadapan dengan berbagai permasalahan kemasyarakatan, termasuk masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat,” kata Halikinnor.

Dirinya berharap kegiatan ini memberi dampak strategis terhadap pengembangan layanan Posyandu yang terintegrasi dengan layanan sosial dasar lainnya.

"Kita harapkan melalui kegiatan ini, kita dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antarinstansi dan lintas sektor, agar segala program dan kebijakan yang kita rancang dapat berjalan dengan baik dan efektif,” terangnya.

Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Transformasi Layanan Primer dalam sistem kesehatan nasional.

"Posyandu dan Pustu (Puskesmas Pembantu) menjadi garda terdepan dalam memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat. Launching Desa Siaga Stunting hari ini merupakan langkah awal untuk menunjukkan komitmen bersama dalam memerangi stunting, dengan melibatkan semua sektor dan elemen masyarakat,” tegasnya

Ia menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat peran desa dalam mendeteksi dini faktor risiko stunting, memberikan edukasi gizi, serta meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.

“Untuk itu dibutuhkan sinergi yang kuat antara Pokjanal Posyandu, Puskesmas, pemerintah kecamatan, PKK, serta berbagai mitra terkait,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard