Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bupati Kotim Tinjau TPA dan Pastikan Pembangunan Limbah Medis

Redaksi 16-06-2025, 12:22 WIB 2 menit baca
Bupati Kabupaten Kotim, Halikinnor ketika meninjau TPA di KM 14 Jalan Sudirman. (FOTO:DISKOMINFO)
Bupati Kabupaten Kotim, Halikinnor ketika meninjau TPA di KM 14 Jalan Sudirman. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor melakukan peninjauan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)km 14 Jalan Sudirman.

Kunjungan ini untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan efektif, serta pembangunan fasilitas pengolahan limbah medis di lokasi tersebut sesuai dengan rencana.

"Kita ingin ada langkah konkret dan berkelanjutan dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Sampit,"kata Halikinnor, Senin (16/6/2025).

Ia mengatakan, TPA Km 14 selama ini menjadi pusat pembuangan akhir seluruh sampah dari kawasan Kota Sampit dan sekitarnya. Dengan volume sampah yang terus meningkat, Halikinnor menegaskan pentingnya perencanaan matang dalam penanganan limbah agar tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun sosial di kemudian hari.

Salah satu fokus peninjauan kali ini adalah memastikan bahwa pembangunan fasilitas pengolahan limbah medis dapat segera diselesaikan dan difungsikan.

Fasilitas tersebut diharapkan menjadi solusi atas penanganan limbah dari puskesmas, rumah sakit dan klinik di seluruh wilayah Kotim.

"Kalau pengelolaan limbah medis sudah terpenuhi, itu akan jadi langkah besar bagi kita. Karena selain sampah rumah tangga, limbah medis ini juga jadi perhatian serius, terutama dari sisi lingkungan dan kesehatan," tegas Halikinnor.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Kotim tengah mendorong berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah. Salah satunya adalah memanfaatkan sampah TPA menjadi produk bernilai ekonomi, seperti paving block.

Langkah ini bukan hanya sebagai solusi penanganan sampah, tapi juga sebagai potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kami sedang mencoba model pengolahan sampah menjadi paving block. Kalau ini berhasil, kita bisa replikasi ke skala yang lebih besar dan itu bisa jadi sumber PAD baru," ujarnya.

Tak hanya itu, bupati juga menekankan pentingnya program pemilahan sampah sejak dari depo-depo pengumpulan. la menyebut, keberhasilan pengelolaan sampah di TPA sangat tergantung dari proses di hulu, yaitu pemilahan antara sampah organik dan anorganik sebelum dibuang ke ΤΡΑ.

"Kita ingin depo-depo bisa mulai memilah sampah. Kalau sudah terpisah sejak awal, maka di TPA prosesnya bisa lebih efisien. Ini perlu didukung oleh kesadaran masyarakat juga," tambahnya.

Dengan peninjauan langsung ini, Halikinnor berharap seluruh program dan proyek pengelolaan sampah dapat berjalan sesuai target. la juga mengajak seluruh elemen, baik dinas terkait maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan lebih bijak dalam mengelola sampah. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard