Lewati ke konten utama
NASIONAL

Sehari Bermain Bersama Anak: Save the Children dan LEGO Group Luncurkan Aksi Generasi Iklim 2025

Redaksi 27-07-2025, 11:58 WIB 2 menit baca
Pembukaan pelaksanaan Sehari Bermain Bersama Anak dalam rangka Kick Off Aksi Generasi Iklim 2025. (FOTO:ISTIMEWA)
Pembukaan pelaksanaan Sehari Bermain Bersama Anak dalam rangka Kick Off Aksi Generasi Iklim 2025. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, JAKARTA - Save the Children Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), didukung oleh The LEGO Group dan LEGO Foundation, menyelenggarakan kegiatan “Sehari Bermain Bersama Anak” dalam rangka Kick Off Aksi Generasi Iklim 2025.

Acara ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional, yang bertujuan mendorong kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan anak-anak, orang muda, serta para pemangku kepentingan dalam menghadapi dampak krisis iklim.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh laporan terbaru Save the Children berjudul “Born Into the Climate Crisis 2” yang dirilis pada Mei 2025. Laporan tersebut memperingatkan bahwa anak-anak yang lahir sejak tahun 2020 berisiko menghadapi lebih banyak bencana iklim seperti gelombang panas, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, hingga krisis pangan, jika tidak ada langkah konkret untuk membatasi pemanasan global.

“Studi kami sangat jelas menggambarkan bahwa anak-anak terpaksa menanggung dampak paling berat dari krisis iklim, padahal bukan mereka penyebabnya,” ujar Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia.

“Anak-anak menghadapi panas ekstrem, banjir, dan kekeringan yang berdampak langsung pada kesehatan, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari mereka,” timpalnya.

Dessy menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, terutama orang dewasa dan pemangku kepentingan, untuk mengambil tanggung jawab dalam menangani krisis iklim. Anak-anak dan orang muda perlu diberikan ruang aman untuk belajar, menyuarakan pandangan, dan terlibat dalam solusi.

Mengusung pendekatan LEGO “Learning Through Play”, kegiatan ini menghadirkan tiga sesi utama berbasis permainan: Immerse, Create, dan Share. Melalui pendekatan ini, anak-anak diajak mengenal isu iklim secara langsung, menyusun solusi dalam kelompok dengan media LEGO, dan mempresentasikan gagasan mereka kepada publik dan pemangku kepentingan. Pendekatan ini terbukti membuat proses belajar lebih menyenangkan, efektif, dan kontekstual bagi dunia anak.

“Terima kasih kepada Save the Children Indonesia dan LEGO Group yang telah memperkenalkan metode bermain untuk merespons dampak krisis iklim pada anak dan orang muda. Kemenko PMK berkomitmen terus mendukung Aksi Generasi Iklim dengan menjadikan anak sebagai subjek utama dari aksi tersebut,” ujar Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

The LEGO Group dan LEGO Foundation menunjukkan komitmennya dalam mendukung inisiatif ini dengan mendonasikan 800 set LEGO, serta menghadirkan sesi aktivasi learning through play secara luring dan virtual.

“Kami bangga dapat terus berkolaborasi dengan Kemenko PMK dan Save the Children sejak 2024, melalui pendekatan LEGO Learning through Play dan Build the Change metode yang sederhana namun efektif dalam menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan ketangguhan anak,” sebut Ardi Hendharto, Senior Manager Government and Public Affairs, The LEGO Group Indonesia.

Aksi Generasi Iklim 2025 akan menjangkau delapan provinsi di Indonesia, dengan fokus pada partisipasi anak-anak dalam berbagai aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Contohnya termasuk penanganan pencemaran air akibat banjir di Jakarta dan aksi bersih sampah plastik di kawasan pesisir Palu.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi lintas sektor dapat semakin kuat dalam menghadapi krisis iklim, memperkuat pendidikan perubahan iklim, serta memastikan perlindungan hak-hak anak di tengah ancaman iklim yang terus berkembang. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard