Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Semester Pertama 2025, SKM RSUD dr Murjani Sampit Capai 82,41 Persen, Komplain Pasien Menurun

Redaksi 01-08-2025, 11:03 WIB 1 menit baca
Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Noviany saat diwawancarai, beberapa waktu lalu. (FOTO:DOK SEPUTAR BORNEO)
Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Noviany saat diwawancarai, beberapa waktu lalu. (FOTO:DOK SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Tingkat kepuasan pasien terhadap layanan RSUD dr Murjani Sampit menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) selama Januari hingga Juni 2025, capaian rata-rata mencapai 82,41 persen.

Direktur RSUD dr Murjani, dr Yulia Noviany, menyampaikan bahwa pada triwulan pertama (Januari-Maret) angka SKM tercatat sebesar 82,37 persen, dan meningkat sedikit pada triwulan kedua (April-Juni) menjadi 82,45 persen.

Selain peningkatan indeks kepuasan, indikator lain yang menunjukkan perbaikan adalah jumlah komplain pasien yang dilaporkan melalui layanan pengaduan Halo Murjani. Hingga Juni 2025, tercatat hanya 51 komplain, jauh menurun dibandingkan dengan tahun 2024 lalu yang bisa mencapai lebih dari 100 pengaduan.

“Artinya, kini rata-rata hanya dua komplain per bulan. Ini menandakan peningkatan mutu layanan dan respons yang lebih baik terhadap kebutuhan pasien,” jelas dr Yulia, Jumat (1/8/2025).

Ia menjelaskan, sebagian besar keluhan yang masuk disebabkan oleh kuota layanan penuh, terutama di poli rawat jalan yang melayani sekitar 400–500 pasien setiap hari di 23 klinik berbeda. Sebagai contoh, di Klinik Jiwa, sistem hanya menyediakan 36 kuota per hari. Jika kuota terpenuhi, pasien diarahkan untuk mendaftar kembali secara online pada hari berikutnya.

Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan jumlah dokter spesialis. “Khusus di Klinik Jiwa, saat ini hanya tersedia satu dokter. Satu dokter lainnya mengajukan pensiun dini, dan pada bulan Juni lalu juga bertepatan dengan meningkatnya jumlah pasien untuk kebutuhan medical check up,” ungkapnya.

RSUD dr Murjani Sampit juga rutin melakukan evaluasi layanan. Setiap unit memiliki indikator pengukuran kinerja tersendiri untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, sekaligus mempertahankan standar layanan yang sudah baik.

“Evaluasi berkala ini menjadi dasar kami untuk terus meningkatkan mutu layanan. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan layanan yang semakin optimal dan berkualitas,” pungkas dr Yulia. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard