Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Fokus Rehabilitasi Sekolah, Koordinasi dengan PPK Ditingkatkan

Redaksi 05-08-2025, 11:52 WIB 1 menit baca
Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah
Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah

SB, SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Disdik Kotim) terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan dengan mendorong percepatan program rehabilitasi sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah setempat.

Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah intens berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk memastikan alokasi anggaran rehabilitasi sekolah berjalan optimal.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PPK untuk memastikan tahapan anggaran berjalan sesuai prosedur. Baik untuk jenjang SD maupun SMP, pembagiannya melalui bidang masing-masing,” ujar Irfansyah, Selasa (5/8/2025).

Pada tahun anggaran 2024, Disdik Kotim mengalokasikan dana sebesar Rp198 juta dari APBD khusus untuk renovasi SDN 2 Ramban di Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Saat ini, proyek tersebut masih berada dalam tahap perencanaan awal.

Selain itu, pada tahun sebelumnya, Disdik juga telah menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp5 miliar untuk rehabilitasi infrastruktur SMP negeri dan swasta di Kotim.

Irfansyah menjelaskan bahwa pelaksanaan rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi kerusakan setiap sekolah.

“Renovasi dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat urgensi kerusakan, terutama sekolah yang masuk kategori parah, sementara sisanya masih menunggu karena keterbatasan anggaran daerah,” jelasnya.

Sejumlah sekolah yang masuk prioritas seperti SMPN 1, SMPN 2, dan SDN 1 Baamang Hulu telah mulai mendapatkan penanganan melalui dana APBD tahun ini.

Disdik Kotim kini memperkuat koordinasi antara Seksi SD dan Bidang SMP untuk memastikan bahwa dana rehabilitasi tepat sasaran. Dalam proses ini, PPK turut dilibatkan sebagai pihak teknis yang melakukan evaluasi serta menyetujui usulan berdasarkan data kondisi riil di lapangan.

Proses rehabilitasi dimulai dari pengusulan melalui Dapodik, seleksi sekolah prioritas, koordinasi dengan PPK, hingga pelaksanaan fisik di lapangan.

Dengan komitmen dan sinergi lintas bidang, Disdik Kotim berharap perbaikan infrastruktur sekolah akan semakin merata dan mendukung kenyamanan serta mutu pendidikan di daerah. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard