Pasien RSUD dr Murjani Sampit Keluhkan Kuota Penuh, Ini Penjelasan Plt Direktur
SB, SAMPIT – Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, menyampaikan bahwa mayoritas keluhan dari pasien rawat jalan yang datang ke rumah sakit disebabkan oleh kuota layanan yang penuh, terutama di sejumlah klinik spesialis.
Hal ini berkaitan dengan lonjakan jumlah pasien yang mencapai 400–500 orang per hari di 23 klinik rawat jalan milik RSUD dr Murjani Sampit.
“Komplain kebanyakan karena kuota penuh. Sebagai contoh, di Klinik Jiwa, dalam sistem kami hanya membuka 36 kuota per hari. Jika melebihi itu, pasien diminta untuk mendaftar kembali secara online pada hari berikutnya,” ujar dr Yulia, Senin (18/8/2025).
Ia menjelaskan, salah satu penyebab keterbatasan kuota, khususnya di Klinik Jiwa, adalah karena saat ini rumah sakit hanya memiliki satu dokter spesialis jiwa yang aktif.
“Sebelumnya kami memiliki dua dokter. Namun, salah satu dokter mengajukan pensiun dini pada bulan Juni lalu. Pada saat yang sama, terjadi peningkatan jumlah pasien karena banyaknya permintaan medical check-up, sehingga jumlah kunjungan saat itu melampaui kuota,” jelasnya.
dr Yulia menegaskan bahwa tidak ada pembatasan layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, kapasitas layanan tetap disesuaikan dengan jam praktik dokter spesialis yang tersedia di masing-masing klinik.
“Kami mengajukan kuota ke BPJS sesuai dengan kapasitas layanan kami, terutama mempertimbangkan jumlah dokter dan jam praktik yang tersedia. Kalau jumlah dokter spesialis bertambah, tentu kami akan ajukan penambahan kuota ke BPJS,” pungkasnya.
RSUD dr Murjani Sampit terus berupaya meningkatkan pelayanan, salah satunya dengan melakukan evaluasi rutin terhadap kebutuhan sumber daya manusia, khususnya dokter spesialis, agar dapat menyesuaikan dengan tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan. (f1/sb)