Lewati ke konten utama
Palangka Raya

Jumat Berkah Persit KCK Koorcab Rem 102 PD XII Tpr

Redaksi 14-01-2023, 02:49 WIB 1 menit baca
BERBAGI : Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 102 PD XII/Tpr, Ny Diyah Yudianto Putrajaya beserta jajaran Pengurus menggelar Jumat Berkah di Kelurahan Danau Tundai. (FOTO:KOREM 102)
BERBAGI : Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 102 PD XII/Tpr, Ny Diyah Yudianto Putrajaya beserta jajaran Pengurus menggelar Jumat Berkah di Kelurahan Danau Tundai. (FOTO:KOREM 102)

SB, PALANGKA RAYA - Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 102 PD XII/Tpr, Ny Diyah Yudianto Putrajaya beserta jajaran Pengurus melaksanakan kegiatan Jumat Berkah Bhakti Sosial di desa terpencil di Kota Palangka Raya, Jumat (13/1/2023) kemarin.

Desa terpencil yang didatangi mereka berada di Kelurahan Danau Tundai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Untuk menuju lokasi sendiri harus menggunakan transportasi air dengan jarak tempat 45 menit menggunakan kelotok.

Mirisnya lagi, lokasi tersebut merupakan langganan banjir setiap tahunnya, sehingga rumah disana terlihat tinggi agar tetap bertahan saat banjir melanda. Dan jumlah penduduknya sendiri tidak lebih dari 100 kepala keluarga.

Penghasilan masyarakat sehari-hari adalah sebagai nelayan. Satu rumah pun dapat dihuni oleh tiga sampai dengan lima kepala keluarga. Kelurahan ini memiliki sekolah untuk usia TK, SD hingga SMP dengan tenaga pelajar yang setiap hari didatangkan dari Palangka Raya.

Kedatangan rombongan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 102 PD XII/Tpr mengunjungi warga lansia, warga yang sakit berat hingga anak-anak usia sekolah yang bersekolah di Desa Danau Tundai.

“Kedatangan kami kesini adalah untuk berbagi di Jumat Berkah ini. Meski nilai yang diberikan tidak begitu banyak paling tidak bisa membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” ucap Ny Diyah Yudianto Putrajaya.

Tak lupa juga dirinya berpesan kepada masyarakat disana untuk menjaga kesehatan, selalu hidup rukun, menciptakan kegiatan yang positif seperti kegiatan senam bersama dan juga pengajian rutin agar kerukunan tetap terjaga di Desa Danau Tundai.

“Kehidupan disini sangat dalam karena jauh dari perkotaan. Tetap jaga kesehatan karena belakangan ini banyak masyarakat mulai sakit akibat cuaca yang berubah,” tutupnya. (ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard