Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Kotim Siaga Banjir 48 Hari Kedepan

Redaksi 13-09-2025, 02:09 WIB 2 menit baca
Pemkab Kotim saat melaksanakan rapat koordinasi terkait bencana banjir. (FOTO: ISTIMEWA)
Pemkab Kotim saat melaksanakan rapat koordinasi terkait bencana banjir. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menetapkan status siaga banjir untuk 48 hari ke depan. Terhitung dari 12 September hingga 29 Oktober 2025.

Keputusan itu diambil saat rapat bersama antara BPBD dan instansi terkait di aula BPBD setempat, Jumat (12/9/2205).

"Hari ini kita tetapkan status siaga banjir, karena meluasnya wilayah yang terdampak genangan sebanyak 6 Kecamatan," kata ‎Asisten I Setda Kotim, Rihel.

Rihel mengatakan langkah ini merupakan bentuk antisipasi pemerintah daerah terhadap potensi banjir besar yang diprediksi akan terus meningkat beberapa hari ke depan.

‎Kecamatan yang terdampak, mulai dari Cempaga, Telaga Airang, Tangkalan, Tuanulu, Parendian, hingga Mentaya Hulu.

Tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat Kota Besi juga ikut terendam, karena adanya tumpuan air pasang ditambah aliran dari Sungai Mentaya dan Sungai Tualan.‎

‎Menurutnya, status siaga ini penting agar pemerintah daerah bisa lebih cepat melakukan langkah penanganan awal, termasuk koordinasi penyaluran bantuan dan persiapan bila sewaktu-waktu harus naik ke status tanggap darurat.

‎“Kalau masih status siaga, dana bantuan hanya bisa terbatas. Namun bila sudah tanggap darurat, pemerintah bisa segera mengeluarkan dana BTT (Belanja Tak Terduga) untuk mempercepat penanganan di lapangan,” tambahnya.‎

‎Selain itu, pemerintah juga telah meminta instansi terkait untuk segera melakukan pendataan, terutama terhadap akses jalan dan jembatan yang terendam banjir. Hal ini untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga dan bantuan bisa tersalurkan.‎

‎Rihel menegaskan, meski saat ini masih berlangsung status siaga karhutla hingga akhir September, penanganan kebakaran hutan dan lahan akan tetap berjalan bersamaan dengan kesiapsiagaan banjir.‎

‎“Kita pernah menghadapi situasi serupa di tahun 2022, jadi bukan hal baru. Personel nanti akan dibagi, ada yang menangani karhutla, ada juga yang fokus pada penanganan banjir. Semua sudah diatur agar tidak saling mengganggu,” terangnya.

‎Dengan ditetapkannya status siaga ini, Pemkab Kotim mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan bila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard