Lewati ke konten utama
Pemkab Kapuas

Sekda Kapuas Buka Workshop Kebijakan Masyarakat Hukum Adat dan Kearifan Lokal

Redaksi 11-11-2025, 01:52 WIB 1 menit baca
Workshop Kebijakan Masyarakat Hukum Adat, Kearifan Lokal, dan Pengetahuan Tradisional Tahun 2025 yang digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Kabupaten Kapuas, Senin (10/11/2025).FOTO:HUMAS/SB
Workshop Kebijakan Masyarakat Hukum Adat, Kearifan Lokal, dan Pengetahuan Tradisional Tahun 2025 yang digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Kabupaten Kapuas, Senin (10/11/2025).FOTO:HUMAS/SB

SB, KUALA KAPUAS – Kegiatan Workshop Kebijakan Masyarakat Hukum Adat, Kearifan Lokal, dan Pengetahuan Tradisional Tahun 2025 yang digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Kabupaten Kapuas, pada Senin (10/11/2025).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai, secara resmi membuka kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kapuas ini. 

"Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal serta perlindungan terhadap hak-hak Masyarakat Hukum Adat (MHA) di wilayah Kabupaten Kapuas," kata Sekda Kapuas Usis I. Sangkai dalam sambutannya. 

Sekda menegaskan masyarakat hukum adat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian nilai budaya daerah.

Kearifan lokal dan pengetahuan tradisional adalah aset besar bangsa yang menjadi bagian dari identitas dan jati diri masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Kapuas berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian ini melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat adat," ujar Usis.

Sekda juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan berbagai instansi dalam menjaga keharmonisan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

"Kita harus memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan tetap memperhatikan aspek sosial dan ekologis. Nilai-nilai kearifan lokal perlu diintegrasikan dalam setiap langkah pembangunan agar tidak mengorbankan lingkungan maupun budaya masyarakat," tandasnya. (f4/sb) 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard