Tangani Luka Bakar dengan Cara yang Benar, Hindari Olesan Bahan Berbahaya
SB, SAMPIT – Dokter Spesialis Bedah RSUD dr Murjani Sampit, dr Soelaeman Yunus, mengimbau masyarakat untuk memahami prosedur penanganan pertama pada luka bakar secara tepat.
Edukasi ini diberikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan tindakan keliru yang dapat berakibat fatal.
Menurut dr Soelaeman, luka bakar adalah kerusakan jaringan kulit akibat kontak dengan sumber panas. Kondisi ini terbagi menjadi tiga kategori, yakni luka bakar ringan, sedang, dan berat.
“Langkah pertama yang paling penting adalah memastikan diri menjauh dari sumber panas. Setelah itu, dinginkan bagian yang terbakar dengan air mengalir, bukan es. Kemudian tutup luka menggunakan kasa bersih,” jelasnya, Jumat (21/11/2025).
Ia menekankan agar masyarakat tidak mengoleskan oli, pasta gigi, bubuk kopi, atau bahan serupa pada luka bakar. Tindakan tersebut justru berpotensi memperparah kerusakan kulit serta meningkatkan risiko infeksi.
“Jika luka bakar tergolong berat atau terjadi pada area sensitif seperti wajah, persendian, maupun area kemaluan, segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan profesional,” tegas dr Soelaeman.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa RSUD dr Murjani Sampit siap memberikan layanan gawat darurat 24 jam, termasuk penanganan luka bakar, dan seluruh masyarakat dapat mengaksesnya melalui BPJS tanpa memerlukan rujukan.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya penanganan cepat, tepat, dan aman guna meminimalkan risiko komplikasi akibat luka bakar. (f1/sb)