Lewati ke konten utama
Pemkab Barito Timur

Pemkab Barito Timur Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 47 Warga

Redaksi 26-11-2025, 03:00 WIB 2 menit baca
Wakil Bupati Bartim, Adi Mula Nakalelu, dalam kegiatan Operasi Katarak Gratis yang dilaksanakan di Puskesmas Pasar Panas Kelurahan Taniran, Kecamatan Benua Lima, pada Rabu (26/11/2025).  FOTO: ISTIMEWA/SB
Wakil Bupati Bartim, Adi Mula Nakalelu, dalam kegiatan Operasi Katarak Gratis yang dilaksanakan di Puskesmas Pasar Panas Kelurahan Taniran, Kecamatan Benua Lima, pada Rabu (26/11/2025). FOTO: ISTIMEWA/SB

SB, TAMIANG LAYANG - Pemerintah Kabupaten Barito Timur meresmikan pelaksanaan Operasi Katarak Gratis di Puskesmas Pasar Panas, Kelurahan Taniran, Kecamatan Benua Lima, pada Rabu (26/11/2025).

Program kesehatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, sebagai upaya menekan angka kebutaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Wabup Adi menekankan pentingnya kegiatan ini mengingat tingginya prevalensi penyakit katarak di wilayah Barito Timur.

"Secara nasional angka kebutaan masih sekitar 3 persen dan 80 persen di antaranya disebabkan oleh katarak. Di Barito Timur, prevalensinya mencapai 1,3 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Kalimantan Tengah," jelasnya.

Adi menambahkan bahwa banyak warga belum menjalani operasi katarak karena keterbatasan biaya serta kurangnya pengetahuan terkait kondisi kesehatan mereka.

"Riskesdas menunjukkan sebagian masyarakat tidak menyadari bahwa mereka mengidap katarak, dan sebagian lainnya terkendala biaya. Dengan komposisi penduduk lansia mencapai 9,27 persen, operasi katarak menjadi kebutuhan mendesak," ujarnya.

Program operasi yang diikuti 47 pasien ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Barito Timur dengan PT Saptaindra Sejati (SIS) dan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN).

Wabup menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar program CSR, melainkan bagian dari strategi pembangunan daerah untuk mewujudkan Barito Timur Sehat, Cerdas, dan Sejahtera.

"Ini adalah wujud sinergi strategis pemerintah dan pihak swasta. Kolaborasi seperti ini memperkuat layanan kesehatan dan memastikan warga, terutama lansia, bisa mendapatkan layanan bedah tanpa hambatan finansial," tegasnya.

Ia juga menyoroti komitmen pemerintah dalam memperkuat akses kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan peningkatan sarana layanan kesehatan di daerah.

"Cakupan kepesertaan JKN di Barito Timur sudah sangat tinggi. Ini berarti hampir seluruh penduduk berpeluang memperoleh layanan medis tanpa beban biaya berat," lanjutnya.

Selain itu, Adi juga mengaitkan kegiatan ini dengan agenda pembangunan daerah yang tertuang dalam RPD 2024–2026, termasuk penguatan fasilitas puskesmas dan layanan rujukan untuk tindakan bedah krusial seperti katarak.

Ia turut menegaskan pentingnya deteksi dini penyakit melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang baru diluncurkan Pemkab Barito Timur.

"Deteksi dini memungkinkan kita mengarahkan masyarakat berisiko ke program operasi seperti ini," katanya.

Wabup Adi juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. Ia mewakili Pemerintah Kabupaten Barito Timur mengucapkan terima kasih kepada PT Saptaindra Sejati dan Yayasan Adaro Bangun Negeri atas komitmennya.

"Operasi Katarak Gratis ini memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas produktif," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para dokter dan tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam suksesnya kegiatan ini.

"Dedikasi Saudara-saudara adalah garda terdepan dalam mengembalikan harapan masyarakat," ucapnya.

Wabup berharap agar masyarakat penerima manfaat dapat memaksimalkan kesempatan berharga ini.

"Semoga setelah menjalani operasi, penglihatan dapat pulih dan aktivitas sehari-hari dapat kembali dilakukan dengan nyaman," pungkasnya. (OGN/SB)

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard