Disdik Kotim Dorong Transparansi Penggunaan Dana BOS Peningkatan Indeks Kualitas Dapodik
SB, SAMPIT - Disdik Kotim mendorong urgensi indikator kualitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagi dasar perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan pendidikan nasional, termasuk penyaluran bantuan BSOP.
Hal ini dikatan Plt Kepala Disdik Kotim, Yolanda Lonita, kegiatan rekonsiliasi penggunaan Dana BOS 2025 jenjang SMP serta sosialisasi, sikronisasi dan peningkatan indeks kualitas Dapodik.
Yolanda, menegaskan Dapodik adalah elemen penting di satuan pendidikan yang harus dipahami tanpa terkecuali termasuk penggunaan dana BOS.
"Dapodik menjadi satu-satunya sumber data yang harus digunakan di satuan pendidikan.
Data Dapodik ini harus bisa menunjukkan profil sekolah bapak dan ibu tersaji dengan baik.
Ia menjelaskan, tujuan bimbingan dan rekonsiliasi BOS 2025 untuk meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan bendahara SMP terhadap pengelolaan dana BOS sesuai juknis terbaru.
Kemudian, memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam penggunaan dana BOS di satuan pendidikan. Serta menyelesaikan perbedaan data antara laporan sekolah dan sistem pusat.
Kemudian, mendorong efisiensi dan efektivitas penggunaan dana untuk peningkatan mutu pendidikan.
"Data yang tersaji di Dapodik harus mencerminkan kebutuhan sekolahnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di level SMP," tuturnya.
Ia melanjutkan, intervensi dana BOS sekolah bisa diberikan dari Dapodik yang disiapkan. Oleh karena itu, pihak sekolah sajikan data yang tertuang dalam Dapodik dengan benar tanpa manipulasi.
“Untuk itu perlu kerjasama semua pihak menjadikan platform Dapodik sebagai fasilitas yang harus kita kelola secara bersama-sama dengan baik. Satuan pendidikan tolong betul-betul dipedomani dengan baik aplikasi Dapodik. Kalau ada hal-hal yang kurang dipahami koordinasi dengan Kabid SMP Disdik Kotim,” pungkasnya. (f1/sb)