Meski Potongan Anggaran, Disdik Kotim Tetap Prioritaskan Program Unggulan 2026
SB, SAMPIT - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tetap menfokuskan program prioritas mereka pada tahun 2026, meskipun menghadapi pemotongan anggaran dari pusat.
Plt Kepala Disdik Kotim, Yolanda Lonita,memaparkan beberapa program prioritas tahun 2026, di antaranya dukungan Program Wajib Belajar 13 Tahun mulai dari TK, perigembangan miriat dan bakat siswa melalui lomba 02SN, OSN, FLS2N.
Kemudian Festival Tunas Bahasa ibu, akreditasi sekolah, serta pengenalan pendidikan kecerdasan buatan (Al) dan deep learning.
"Program ini sejalan dengan visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” di mana setiap anak berhak memperoleh kesempatan belajar tanpa terkecuali," kata Edie, Rabu (24/12/2025).
Selain itu, Disdik juga akan melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP, program digitalisasi sekolah, pendidikan inklusif, pencegahan perundungan dan intoleransi, hingga program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan.
"Semua program ini merupakan peningkatan mutu pendidikan untuk semua, kesejahteraan guru, dan digitalisasi pembelajaran," ujarnya
Lanjutnya, program-program ini disesuaikan dengan prioritas lokal, termasuk memastikan kesejahteraan pegawai dan tenaga pendidik serta mengusulkan revitalisasi sekolah berdasarkan data Dapodik.
Olehnya itu Disdik Kotim berharap dukungan dari semua pihak termasuk dari DPRD Kotim agar beberapa program bisa diperkuat melalui pokok pikiran (pokir) atau pembahasan lanjutan.
"Karena melihat postur anggaran yang sangat terbatas, terutama di sektor sarana dan prasarana jadi dukungan dari semua pihak termasuk DPRD sangat dibutuhkan," jelasnya. (f1/sb)