Lewati ke konten utama
Pemkab Kapuas

Bupati Kapuas Hadiri Peresmian 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo

Redaksi 13-01-2026, 08:01 WIB 2 menit baca
Bupati Kapuas HM. Wiranto menghadiri Peresmian 166 Sekolah Rakyat (SR) di 34 provinsi dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, pada Senin (12/1/2026). FOTO: HUMAS/SB
Bupati Kapuas HM. Wiranto menghadiri Peresmian 166 Sekolah Rakyat (SR) di 34 provinsi dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, pada Senin (12/1/2026). FOTO: HUMAS/SB

SB, BANJARBARU– Bupati Kapuas H. M. Wiyatno didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadiri Peresmian 166 Sekolah Rakyat (SR) di 34 provinsi.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, pada Senin (12/1/2026).

Program Sekolah Rakyat merupakan kebijakan strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Hingga saat ini, Sekolah Rakyat telah melayani lebih dari 15 ribu siswa di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan jumlah peserta didik mencapai 45 ribu siswa pada tahun ajaran ini dan meningkat menjadi 60 ribu siswa pada tahun 2027.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi harus diiringi dengan pemerataan yang nyata dan dirasakan oleh masyarakat, khususnya rakyat kecil.

"Pertumbuhan harus disertai pemerataan. Negara harus berani hadir dan membela rakyat kecil. Sekolah Rakyat adalah wujud keberanian negara untuk memastikan anak-anak dari keluarga paling tidak mampu tetap memiliki harapan dan masa depan," tegas Presiden.

Presiden Prabowo juga memberikan motivasi kepada para siswa Sekolah Rakyat agar tidak minder dengan latar belakang keluarganya. Ia menekankan bahwa orang tua yang bekerja secara halal adalah sosok yang mulia, serta pendidikan merupakan jalan utama untuk memperbaiki kehidupan dan masa depan bangsa.

Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf dalam laporannya menyampaikan bahwa 166 Sekolah Rakyat yang diresmikan tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, dengan total 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan.

Mayoritas siswa berasal dari keluarga sangat rentan, seperti buruh harian, petani, nelayan, pemulung, dan pekerja sektor informal lainnya.

Mensos menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga berfungsi sebagai ekosistem perlindungan, pemulihan, dan pemberdayaan.

Para siswa mendapatkan pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, pendidikan berasrama, pembinaan karakter, hingga dukungan psikologis, serta disinergikan dengan bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Kehadiran Bupati Kapuas dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk mendukung penuh Program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia dan upaya pengentasan kemiskinan di daerah. Pemerintah Kabupaten Kapuas siap bersinergi dengan pemerintah pusat agar manfaat program ini dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. (hms/f4) 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard