Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Gubernur Kalteng Buka Pasar Murah Ramadan Mahasiswa, 3.000 Paket Sembako Dibagikan Gratis

Redaksi 11-03-2026, 02:47 WIB 3 menit baca
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran bersama Wabug, Kapolda, Pangdam dan Sekda foto bersama mahasiswa saat menghadiri pasar murah Ramadan. (FOTO:ISTIMEWA)
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran bersama Wabug, Kapolda, Pangdam dan Sekda foto bersama mahasiswa saat menghadiri pasar murah Ramadan. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah Spesial Ramadan bagi Mahasiswa yang digelar di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan pasar murah tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap dunia pendidikan, khususnya para mahasiswa yang sedang menempuh studi di Kota Palangka Raya.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin hadir untuk membantu meringankan beban mahasiswa, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Kami ingin membantu meringankan beban mahasiswa agar tetap fokus belajar tanpa perlu khawatir terhadap kebutuhan bahan pokok seperti beras, minyak, dan gula,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa kehidupan mahasiswa tidak selalu mudah, terutama bagi mereka yang berasal dari daerah pedalaman kabupaten di Kalimantan Tengah dan harus merantau jauh dari keluarga untuk menempuh pendidikan.

“Banyak di antara mahasiswa berasal dari keluarga sederhana, bahkan harus merantau dari daerah yang jauh. Karena itu, tidak sedikit yang menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya kuliah,” tambahnya.

Menurutnya, pelaksanaan pasar murah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membantu masyarakat menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri dengan lebih tenang dan penuh kebahagiaan.

Gubernur juga menegaskan bahwa meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah tahun 2026 mengalami penurunan akibat kebijakan efisiensi anggaran, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Meski APBD tahun 2026 hanya sebesar Rp5,4 triliun, turun dibanding tahun 2025 yang mencapai Rp10,2 triliun, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Selain program pasar murah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menjalankan berbagai program untuk mendukung dunia pendidikan. Di antaranya program Beasiswa Satu Rumah Satu Sarjana serta program sekolah gratis yang merupakan bagian dari Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).

Gubernur menilai generasi muda, khususnya mahasiswa, merupakan aset penting bagi masa depan daerah dan bangsa.

“Mahasiswa adalah aset bangsa yang sangat berharga. Di pundak kalianlah masa depan Kalimantan Tengah dan Indonesia,” katanya.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa terus menjaga semangat dalam meraih cita-cita serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Gantungkan cita-cita setinggi mungkin. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita memiliki kemauan, tekad, usaha, dan doa,” pesannya.

Selain itu, mahasiswa juga diingatkan untuk selalu menghormati orang tua dan guru, serta menjauhi berbagai perilaku negatif seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan judi online.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak generasi muda untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal Kalimantan Tengah melalui falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat sebagai pedoman hidup bermasyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung menjelaskan bahwa Pasar Murah Spesial Ramadan tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa penerima manfaat Beasiswa Satu Rumah Satu Sarjana tahun 2025–2026, mahasiswa asal pedalaman Kalimantan Tengah, mahasiswa yang tinggal di mess pemerintah daerah kabupaten di Palangka Raya, serta mahasiswa yang dinilai membutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut disalurkan sebanyak 3.000 paket sembako. Setiap paket terdiri dari beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 2 liter, serta satu kaleng susu kental manis, dengan nilai awal sebesar Rp144.750 per paket.

Namun dalam kesempatan tersebut, Gubernur Agustiar Sabran memutuskan untuk menggratiskan seluruh paket sembako bagi para mahasiswa sehingga dapat diterima tanpa dipungut biaya.

Selain itu, para mahasiswa juga menerima bantuan uang tunai sebesar Rp100.000 sebagai dukungan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan selama menjalani perkuliahan, khususnya di bulan Ramadan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, unsur Forkopimda, para asisten dan staf ahli gubernur, kepala perangkat daerah, serta ratusan mahasiswa penerima manfaat program tersebut. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard