Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Panen Raya di Desa Kujan, Bupati Tekankan Peluang Besar bagi Petani Lokal

Redaksi 27-03-2026, 08:52 WIB 2 menit baca
Bupati Kabupaten Lamandau, Rizky Aditya Putra ketika panen lombak bersama kelompok petani di Desa Kujang. (FOTO: ISTIMEWA)
Bupati Kabupaten Lamandau, Rizky Aditya Putra ketika panen lombak bersama kelompok petani di Desa Kujang. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, NANGA BULIK – Upaya mendorong kemandirian pangan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Lamandau. Salah satunya melalui kegiatan panen lombok yang dipimpin langsung Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, bersama jajaran Dinas Pertanian dan Perikanan di lahan Kelompok Tani Dayak Masakini, Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar panen biasa, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam memperkuat sektor hortikultura lokal, khususnya komoditas lombok yang selama ini masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen kebutuhan sayur mayur di Lamandau, termasuk lombok, masih didatangkan dari daerah lain. Kondisi ini dinilai sebagai tantangan serius, namun sekaligus peluang emas bagi petani lokal untuk meningkatkan produksi dan memperluas pasar.

“Ketergantungan ini harus kita ubah menjadi kekuatan. Ini peluang besar bagi petani kita untuk lebih berperan dalam memenuhi kebutuhan daerah sendiri,” tegasnya di hadapan para petani.

Ia juga menyoroti pentingnya peran petani dalam menjaga ketahanan pangan, baik dalam skala rumah tangga maupun skala usaha yang lebih besar. Menurutnya, bertani bukan hanya soal memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan jika dikelola dengan baik.

“Ada dua jalan yang sama-sama penting: bertani untuk kebutuhan keluarga atau mengembangkan usaha pertanian yang lebih besar. Bagi yang ingin naik kelas, kunci utamanya adalah mampu membaca peluang pasar,” jelasnya.

Bupati turut mengajak para petani untuk tidak ragu berinovasi dan meningkatkan kualitas hasil produksi agar mampu bersaing dengan produk dari luar daerah. Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah dan semangat petani, Lamandau dapat secara bertahap mengurangi ketergantungan pasokan dari luar.

“Sudah saatnya kita bergerak menuju kemandirian pangan. Dari yang sebelumnya bergantung, menjadi daerah yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, bahkan ke depan bisa menjadi pemasok,” ujarnya.

Panen lombok di Desa Kujan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Lamandau menargetkan terciptanya ketahanan pangan yang kuat sekaligus peningkatan kesejahteraan petani di daerah. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard