Lewati ke konten utama
OLAHRAGA

Domino Resmi Jadi Cabang Olahraga, Dispora Kotim Dukung Kejuaraan Perdana Orado

Redaksi 04-04-2026, 09:28 WIB 2 menit baca
Pembukaan kejuaraan cabang olahraga domino yang digelar oleh Organisasi Domino Indonesia (Orado) Kotim. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Pembukaan kejuaraan cabang olahraga domino yang digelar oleh Organisasi Domino Indonesia (Orado) Kotim. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan cabang olahraga domino yang digelar oleh Organisasi Domino Indonesia (Orado) Kotim. Kejuaraan ini menjadi yang pertama kali digelar di daerah tersebut.

Kepala Dispora Kotim, Muhammad Irfansyah, menyampaikan bahwa domino kini telah bertransformasi dari sekadar permainan menjadi cabang olahraga yang memiliki aturan dan nilai kompetitif.

“Dari Dispora sangat mengapresiasi keberadaan Orado ini. Domino sekarang bukan lagi sekadar permainan, tapi sudah menjadi cabang olahraga yang bisa diperlombakan dan memiliki nilai sportivitas, kejujuran, serta teknik,” kata Irfansyah, Sabtu (4/4/2026).

Ia berharap olahraga domino tidak hanya berkembang di Kotim, tetapi juga dapat menyebar luas sebagai olahraga masyarakat.

“Dulu domino adalah permainan masyarakat, sekarang harapannya bisa menjadi olahraga masyarakat,” tambahnya.

Terkait peluang atlet Kotim, Irfansyah mengaku optimistis. Menurutnya, domino sudah sangat familiar di masyarakat sehingga memiliki potensi besar untuk berkembang.

Tinggal medianya saja yang berubah dan ada kaidah-kaidah tertentu karena sekarang sudah menjadi olahraga. Dispora Kotim akan terus mendukung perkembangan cabang olahraga baru sebagai alternatif kegiatan positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Orado Kotim, Endra Rosana, menjelaskan bahwa terbentuknya Orado dilatarbelakangi tingginya animo masyarakat terhadap domino di seluruh Indonesia.

“Sekitar 300 cabang terbentuk, dan 50 persen lebih satu hadir dalam kegiatan di Jakarta, yang diikuti 38 provinsi. Itu menjadi cikal bakal terbentuknya Orado secara nasional,” ungkapnya.

Menurut Endra, kejuaraan yang digelar saat ini merupakan yang pertama di Kotim, setelah sebelumnya dilakukan eksibisi sebagai ajang sosialisasi. Ia menambahkan, kejuaraan ini diikuti 34 tim, yang nantinya akan diseleksi untuk mewakili Kotim pada kejuaraan tingkat provinsi.

“Kita targetkan juaranya akan mewakili Kotim di kejuaraan provinsi pada 13–14 April. Nanti akan dikirim dua tim dewasa dan dua tim junior,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemenang kejuaraan provinsi akan berkesempatan mengikuti kejuaraan nasional di Bogor pada 24–26 April mendatang.

“Tentu target kami adalah menang, agar bisa lanjut ke kejurnas,” tegasnya.

Dari sisi partisipasi, Endra menyebut antusiasme masyarakat sangat tinggi meski waktu persiapan relatif singkat.

“Waktu eksibisi hanya 10 tim, sekarang sudah 34 tim hanya dalam waktu sekitar seminggu. Ini menunjukkan animo masyarakat luar biasa,” katanya.

Ke depan, Orado Kotim menargetkan penyelenggaraan kejuaraan kedua dengan jumlah peserta yang lebih besar.

“Mudah-mudahan di bulan Agustus nanti, target kami bisa mencapai 100 tim,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard