seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

MTQ ke-57 Mentawa Baru Ketapang Dibuka, 294 Peserta Siap Tampil

by Redaksi - Tanggal 25-04-2026,   jam 10:55:31
Pembukaan MTQ ke-57 Mentawa Baru Ketapang. (FOTO: SEPUTARBORNEO)

SB, SAMPIT – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang resmi dibuka pada Jumat malam, 24 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus seleksi kafilah untuk berlaga ke tingkat yang lebih tinggi.

Pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri Asisten III Setda Kotawaringin Timur (Kotim) Bima Ekawardhana, anggota DPRD Kotim Angga Aditya Nugraha dan Muhammad Idi, serta sejumlah tokoh masyarakat. Acara dibuka langsung oleh Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah.

Ketua panitia Abdul Koliq mengatakan, pelaksanaan MTQ dan FSQ bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus menjaring peserta terbaik.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai perlombaan, tetapi juga menjadi ajang seleksi kafilah yang akan mewakili kecamatan ke tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional,” ujarnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini lahir generasi Qurani yang mampu berprestasi hingga tingkat internasional.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya berprestasi di daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dari 24 hingga 27 April 2026, dengan Masjid Al Hidayah Antang Barat sebagai lokasi utama. Total peserta mencapai 294 orang, terdiri dari 212 peserta MTQ dan 82 peserta FSQ.

Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi delapan kategori, yakni tilawah Al-Qur’an, tahfizh, fahmil Quran, syarhil Quran, khattil Quran, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, seni vokalis religi (gambus, pop religi, hadrah, rebana), serta pawai taaruf yang telah digelar sehari sebelumnya.

Sementara itu, Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah menegaskan bahwa MTQ merupakan agenda rutin tahunan yang telah mengukir prestasi membanggakan. Sejak 2012, kecamatan ini konsisten meraih juara umum di tingkat kabupaten.

“Tahun 2026 ini menjadi tantangan bagi kita untuk mempertahankan gelar juara umum yang ke-15 secara berturut-turut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, strategi yang dilakukan untuk mempertahankan prestasi tersebut adalah dengan mengikuti seluruh cabang lomba serta memberikan pembinaan intensif kepada peserta melalui LPTQ.

“Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan. Bahkan enam bulan sebelum MTQ tingkat kabupaten, para peserta sudah mulai dilatih oleh pihak yang kompeten,” jelasnya.

Lebih lanjut, Irpansyah menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Ia juga menyinggung pentingnya pembelajaran agama secara langsung di tengah perkembangan teknologi.

“Di era kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan, masyarakat tetap perlu belajar langsung kepada ulama dan ahli agama agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami ajaran Islam,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan syiar Islam terus berkembang dan menjadi benteng moral bagi masyarakat di tengah arus modernisasi. (f1/sb)