seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ritual Maluput Hajat Dinilai Berpotensi Jadi Daya Tarik Wisata Budaya Kotim

by Redaksi - Tanggal 27-04-2026,   jam 02:09:01
Bupati Kotim, H Halikinnor menghadiri Ritual Maluput Hajat. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menilai Ritual Adat Maluput Hajat memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu mendatangkan wisatawan ke daerah tersebut.

Menurut Halikinnor, ritual adat yang masih dilestarikan oleh masyarakat Dayak itu tidak hanya memiliki nilai spiritual yang tinggi, tetapi juga dapat dikemas menjadi bagian dari wisata budaya yang menarik.

“Ritual ini sering diperkenalkan kepada wisatawan sebagai bagian dari kekayaan budaya Kalimantan yang patut dibanggakan,” ujar Halikinnor saat menghadiri ritual adat Maluput Hajat, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan, upacara adat seperti Maluput Hajat bisa menjadi paket wisata yang mendukung pengembangan desa wisata di Kotim. 

Dengan pengemasan yang tepat, kegiatan tersebut dapat menjadi tontonan budaya yang edukatif sekaligus menarik bagi wisatawan.

“Melalui kemasan budaya wisata yang menarik, kegiatan upacara adat ini dapat menjadi daya tarik tersendiri dan diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini,” jelasnya.

Selain mendorong sektor pariwisata, Halikinnor menegaskan bahwa pengembangan ritual adat sebagai atraksi wisata juga merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya lokal, khususnya budaya Dayak.

Ritual bayar hajat sendiri merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Dayak yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal.

“Upacara adat budaya yang beragam ini, jika didukung dan dibina oleh pemerintah desa dan kecamatan, akan menjadi bagian dari upaya melestarikan serta melindungi aset budaya lokal daerah ini,” pungkasnya. (f1/sb)