Ratusan guru di Kotim menghadiri perayaan Hardiknas 2026 di SDN 1 Baamang Tengah. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, berlangsung meriah dan penuh makna. Sebanyak 250 guru dan kepala sekolah jenjang SD dari seluruh wilayah Baamang mengikuti upacara yang dipusatkan di halaman SDN 1 Baamang Tengah, Sabtu (2/5/2026).
Tak sekadar seremoni tahunan, peringatan Hardiknas kali ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar tenaga pendidik sekaligus menandai dimulainya berbagai ajang kompetisi siswa tingkat kecamatan, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).
Kepala SDN 1 Baamang Tengah, Hasanuddin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang memiliki nilai strategis dalam membangun kebersamaan di lingkungan pendidikan dasar.
“Sekitar 250 guru yang kami undang hadir dalam kegiatan ini. Selain sebagai peringatan Hardiknas, ini juga menjadi wadah mempererat kebersamaan sekaligus membuka rangkaian lomba siswa tingkat kecamatan,” ujarnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam peringatan tahun ini adalah penggunaan pakaian adat oleh seluruh peserta upacara. Kebijakan tersebut mengikuti instruksi dari kementerian, sekaligus menjadi simbol kuat keterkaitan antara pendidikan dan budaya.
“Penggunaan pakaian daerah bukan hanya menjalankan instruksi, tetapi juga sebagai upaya melestarikan budaya. Ini mengingatkan bahwa pendidikan tidak bisa dilepaskan dari akar budaya bangsa,” jelas Hasanuddin yang juga menjabat Ketua KKKS SD Cerdas Membangun Baamang.
Ia juga menjelaskan bahwa lokasi pelaksanaan upacara Hardiknas di Baamang bersifat bergilir setiap tahun sebagai bentuk pemerataan peran antar sekolah.
“Tahun sebelumnya dilaksanakan di SDN 2 Baamang Hulu dan SDN 4 Baamang Hilir, sementara tahun ini dipusatkan di SDN 1 Baamang Tengah,” tambahnya.
Menurut Hasanuddin, esensi utama dari peringatan Hardiknas bukan hanya pada upacara, melainkan pada semangat kolektif para pendidik dalam mendukung kemajuan pendidikan.
“Yang terpenting adalah kebersamaan dan kekompakan. Seluruh kepala sekolah dan guru di Baamang bahu-membahu menyukseskan program pemerintah di bidang pendidikan,” tegasnya.
Melalui momentum ini, para guru diharapkan terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, seiring dengan tuntutan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Peringatan Hardiknas ke-67 pun menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan dimulai dari dedikasi para pendidiknya. (f1/sb)