Lewati ke konten utama
Budaya

UPT Taman Budaya Gelar Workshop Manajemen Seni Pertunjukan, Peserta Langsung Praktik di Panggung

Redaksi 06-05-2026, 03:08 WIB 2 menit baca
Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, Wildae D Binti ketika diwawancara oleh wartawan. (FOTO:ISTIMEWA)
Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, Wildae D Binti ketika diwawancara oleh wartawan. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah (Kalteng) berkolaborasi dengan Rumah Budaya Pajawan Tingang menggelar workshop manajemen seni pertunjukan bertema “Kelola Seni Berikan Dampak” yang diikuti pelajar dan mahasiswa, sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku seni di Kalimantan Tengah.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Galeri Taman Budaya tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi seni pertunjukan, salah satunya Arbendi Tue, yang memberikan materi lengkap mulai dari proses kreatif hingga manajemen pertunjukan.

Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, Wildae D. Binti, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran langsung bagi para peserta, khususnya generasi muda yang bergerak di bidang seni.

“Kami menyelenggarakan workshop manajemen seni pertunjukan dengan tema Kelola Seni Berikan Dampak. Harapan kami, kegiatan ini menjadi sarana edukasi dan pembelajaran bagi para peserta karena kami menghadirkan narasumber yang memang sesuai dengan bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, peserta yang terlibat berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa, yang diharapkan dapat menjadi generasi penerus seni pertunjukan di Kalimantan Tengah.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas, kemampuan, dan pengetahuan para seniman muda kita di Kalimantan Tengah,” lanjutnya.

Sementara itu, narasumber Arbendi Tue menjelaskan bahwa workshop ini tidak hanya bersifat teori, tetapi juga langsung diarahkan pada praktik pertunjukan.

“Hasil workshop ini nantinya akan diuji coba dalam bentuk pentas. Jadi ada output nyata dari apa yang dipelajari peserta,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa para peserta akan langsung menerapkan ilmu yang didapat, mulai dari akting, tata panggung, hingga tata pencahayaan.

“Biasanya keaktoran itu hanya dipelajari secara teori, tapi di sini langsung dipertunjukkan. Semua manajemen pertunjukan, mulai dari skenario sampai lighting, ini lengkap,” jelasnya.

Menurutnya, puncak dari kegiatan ini akan ditampilkan dalam pertunjukan pada tanggal 8, sehingga peserta benar-benar merasakan proses produksi seni secara utuh.

“Ini luar biasa karena setelah workshop, mereka langsung tampil. Jadi ilmu yang didapat tidak berhenti di kelas, tapi langsung dipraktikkan di panggung,” tambah Arbendi.

Kegiatan ini mendapat apresiasi karena dinilai mampu menjadi wadah pengembangan seni pertunjukan yang lebih terstruktur dan aplikatif di Kalimantan Tengah, sekaligus mendorong lahirnya seniman muda yang lebih profesional. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard