Tampak kondisi jalan di sejumlah titik di Kota Sampit terendam air akibat curah hujan tinggi. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT — Hujan deras yang mengguyur Kota Sampit pada Minggu malam (17/6/2026), kembali menyebabkan banjir di sejumlah kawasan di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang. Hingga Senin pagi, genangan air masih terlihat merendam jalan utama hingga permukiman warga.
Sejumlah titik yang terdampak di antaranya Jalan Cristopel Mihing, Jalan Walter Condrad, Jalan Pelita, Jalan Panjaitan, Jalan Kopi, Jalan Suprapto dan kawasan permukiman di sekitarnya. Warga mengeluhkan banjir yang dinilai semakin sering terjadi setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi.
Buruknya sistem drainase disebut menjadi salah satu penyebab utama genangan sulit surut. Saluran air yang dangkal dan minim perawatan membuat debit air hujan tidak mampu tertampung dengan baik.
Mahmud, warga Jalan Pelita, mengatakan kondisi drainase di kawasan perkotaan sudah lama membutuhkan penanganan serius. Menurutnya, normalisasi saluran air yang dulu rutin dilakukan kini jarang terlihat.
“Sekarang hujan sebentar saja sudah banjir. Dulu drainase sering dikeruk pakai alat berat sehingga air cepat mengalir ke sungai,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Menanggapi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur sebelumnya telah melakukan upaya penanganan dengan menerjunkan tiga unit alat berat untuk normalisasi drainase di sejumlah ruas jalan di Kota Sampit. Langkah itu dilakukan guna memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir saat curah hujan tinggi.
Namun warga menilai upaya tersebut belum maksimal karena banjir masih terus terjadi di kawasan yang sama setiap tahun. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pengerukan sementara, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang seperti perbaikan sistem drainase perkotaan, pelebaran saluran air hingga penataan kawasan rawan banjir.
Warga juga meminta normalisasi drainase dilakukan secara rutin dan menyeluruh agar aliran air tidak lagi tersumbat sedimentasi maupun sampah yang memperparah genangan saat hujan deras mengguyur kota. (f1/sb)