seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

OJK Dorong Generasi Muda Jadi Motor Penggerak Pasar Modal Indonesia

by Redaksi - Tanggal 20-05-2026,   jam 10:32:28
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi

SB, BANDAR LAMPUNG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat basis investor domestik melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal. Upaya ini difokuskan pada generasi muda yang dinilai berpotensi menjadi penggerak utama Pasar Modal Indonesia di masa depan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan saat ini mayoritas investor pasar modal berasal dari kalangan muda.

“Yang paling menggembirakan, mayoritas investor tersebut berasal dari kelompok usia muda. Tidak kurang dari 54 persen investor Pasar Modal Indonesia berusia di bawah 30 tahun. Artinya generasi muda, termasuk adik-adik mahasiswa, akan menjadi penggerak utama Pasar Modal Indonesia sekarang dan di masa depan,” kata Hasan dalam Kuliah Umum di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 yang digelar di Bandar Lampung pada 18–19 Mei 2026.

Hasan menjelaskan, hingga 5 Mei 2026 jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 26,7 juta investor. Sementara itu, di Provinsi Lampung tercatat sekitar 614 ribu investor, yang menempatkan daerah tersebut di peringkat kesembilan secara nasional.

Ia menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan di tengah perkembangan teknologi digital dan ketidakpastian ekonomi global. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi pasar modal Indonesia baru mencapai 17,78 persen.

“Nah tentu PR kita bersama, karena tingkat literasi yang masih terbatas, maka akan ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki niat tidak baik untuk menawarkan investasi bodong atau investasi palsu,” ujarnya.

Hasan juga mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap tawaran investasi yang tidak masuk akal.

“Kalau ada tawaran investasi, periksa dulu legal atau tidak. Apakah memiliki izin, terdaftar di OJK atau tidak. Kalau imbal hasil terlalu tinggi dan tidak logis, maka harus waspada,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Gubernur Lampung, Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung Sulpakar, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan edukasi pasar modal bagi generasi muda.

“Di tengah perkembangan ekonomi global dan transformasi digital yang sangat cepat, generasi muda dituntut memiliki kemampuan adaptif, inovatif, dan literasi yang kuat, termasuk literasi keuangan,” kata Sulpakar.

Ia juga menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan pinjaman online ilegal yang dapat merugikan masyarakat.

“Mahasiswa tidak boleh mudah terjebak pada investasi ilegal maupun praktik keuangan yang merugikan,” ujarnya.

Rektor Universitas Malahayati, Muhammad Kadafi, menilai pasar modal kini memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pembangunan daerah.

“Pasar modal hari ini bukan lagi hanya milik pemain besar, tetapi sudah menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan kemandirian daerah,” katanya.

Kegiatan SEPMT 2026 di Lampung diikuti berbagai agenda, mulai dari sosialisasi obligasi dan sukuk daerah, edukasi perdagangan karbon, kuliah umum bagi 1.500 mahasiswa, sosialisasi regulasi OJK, hingga media gathering bersama wartawan.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap literasi dan inklusi pasar modal semakin meningkat serta mampu memperkuat partisipasi investor domestik, khususnya dari kalangan muda, dalam mendukung pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan. (sb/*)