seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

DPR RI Soroti Kematian Eks Polisi di Lapas Palangka Raya

by Redaksi - Tanggal 31-05-2026,   jam 08:45:08
Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar (tengah) saat berada di rumah sakit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar, berencana melakukan peninjauan langsung ke Lapas Kelas IIA Palangka Raya untuk mengevaluasi sistem pengamanan dan berbagai persoalan yang dihadapi lembaga pemasyarakatan tersebut.

Rencana kunjungan itu disampaikan usai dirinya meninjau proses autopsi warga binaan Anton Kurniawan di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya, Minggu (31/5/2026).

Menurut Bias, kunjungan tersebut penting dilakukan guna memperoleh gambaran utuh terkait kondisi lapas, termasuk aspek keamanan dan pengawasan terhadap warga binaan.

“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana sistem pengamanan yang diterapkan di Lapas Kelas IIA Palangka Raya serta kendala-kendala yang dihadapi petugas di lapangan,” ujarnya.

Perhatian DPR terhadap lapas tersebut menguat setelah meninggalnya Anton Kurniawan, warga binaan yang sebelumnya menjadi sorotan publik usai diduga terlibat upaya pelarian dari dalam lapas.

Bias menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut dan berharap seluruh proses penanganan dilakukan secara terbuka.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya Anton Kurniawan. Bagaimanapun, meskipun pernah melakukan pelanggaran hukum, hak-haknya sebagai warga binaan tetap harus diperhatikan,” katanya.

Sebagai anggota komisi yang membidangi urusan pemasyarakatan dan hak asasi manusia, Bias menegaskan DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan sistem pemasyarakatan, termasuk memastikan seluruh pelayanan kepada warga binaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menambahkan, saat ini jajaran pemasyarakatan di berbagai daerah juga tengah menyesuaikan diri dengan sejumlah regulasi baru, termasuk implementasi KUHP dan KUHAP yang telah diperbarui. Karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan optimal.

Selain aspek pengamanan, Bias juga mendorong jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah beserta seluruh petugas lapas dan rutan untuk terus meningkatkan pelayanan yang lebih humanis kepada warga binaan.

Menurutnya, hasil peninjauan yang akan dilakukan nantinya diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Lapas Kelas IIA Palangka Raya, baik dari sisi pengamanan, pembinaan, maupun pelayanan terhadap warga binaan. 

“Paradigma pemasyarakatan saat ini terus berkembang. Karena itu kami berharap pelayanan dan pembinaan yang diberikan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan tanpa mengabaikan faktor keamanan,” tegasnya. (rk/sb)