Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Dari 1.432 Desa di Kalteng, Hanya Ada 600 BUMDes Aktif

Redaksi 24-02-2023, 10:15 WIB 1 menit baca
Kepala DPMD Kalteng, Aryawan saat ditemui di ruang kerjanya. (FOTO:YAYA)
Kepala DPMD Kalteng, Aryawan saat ditemui di ruang kerjanya. (FOTO:YAYA)

SB, PALANGKA RAYA - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Aryawan mendorong pemerintah desa untuk mengaktifkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayahnya.

Karena menurut Aryawan, ini dapat meningkatkan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kepentingan pembangunan desa itu sendiri.

Ia juga menjelaskan, dari 1.432 desa di Provinsi Kalimantan Tengah, hanya 600 desa hanya memiliki BUMDes aktif. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus mendukung dan memfasilitasi pengembangan BUMDes di wilayahnya masing-masing, karena sangat berpengaruh terhadap perkembangan desa itu sendiri.

“Kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dilakukan untuk memaksimalkan potensi BUMDes di wilayah setempat. Tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi desa sehingga dapat menjadi penopang perekonomian di Kalimantan Tengah,” terang Kepala DPMP, Jumat (24/2/2023).

Disampaikannya, pengaktifan BUMDes dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pembangunan ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan desa terhadap pihak luar.

Ditambahkannya, dalam pengembangan BUMDes, peran masyarakat desa juga penting. Masyarakat desa perlu dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program BUMDes.

“Pengembangan BUMDes dapat menjadi solusi dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran di desa. Oleh karena itu, pengaktifan BUMDes sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa serta membangun ekonomi lokal yang berkelanjutan,” tukasnya. (aya/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard