Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

ISPA di Kotim Naik, Dinkes Ingatkan Warga Waspada Kabut Asap

Redaksi 08-09-2026, 13:40 WIB 2 menit baca
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi

SB, SAMPIT – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai meningkat seiring munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi mengatakan, jumlah kasus yang tercatat di fasilitas kesehatan naik dari 2.119 kasus pada bulan sebelumnya menjadi 2.656 kasus pada Agustus 2026.

“Kalau data yang ada dari faskes kita, sebenarnya ada peningkatan dari bulan sebelumnya 2.119 menjadi 2.656 pada Agustus, cuma tidak signifikan,” kata Umar, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, angka tersebut belum menggambarkan seluruh kondisi di lapangan. Sebagian warga yang mengalami gejala ISPA memilih membeli obat sendiri tanpa datang ke fasilitas kesehatan.

“Yang sakit itu kemungkinan besar banyak yang minum obat sendiri,” ujarnya.

Umar mengatakan, paparan asap dapat mengiritasi saluran pernapasan. Namun, tidak semua orang yang terpapar kabut asap akan langsung mengalami ISPA.

“Tidak semua orang yang terkena kabut asap itu kena ISPA. Tetapi menjaga kebugaran tubuh tetap perlu,” katanya.

Ia meminta masyarakat memperkuat daya tahan tubuh dengan menjaga pola makan, beristirahat cukup, serta memenuhi kebutuhan vitamin dan protein.

“Kalau kondisi tubuh kita bagus, makanan cukup protein dan vitamin, insyaallah itu salah satu pencegahan dari dalam tubuh kita,” jelasnya.

Umar juga mengingatkan warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah ketika kabut asap sedang pekat. Jika harus keluar, masyarakat diminta menggunakan masker.

“Kalau cuaca sudah mulai bagus, silakan beraktivitas di luar rumah. Tetapi pada saat kabut asap pekat, kita pakai masker,” imbaunya.

Perhatian khusus, lanjut Umar, perlu diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki penyakit penyerta.

“Terutama sekali anak-anak, orang tua, dan orang-orang yang terindikasi memiliki penyakit seperti jantung dan ginjal. Itu bisa memperparah kondisi ketika mereka keluar rumah,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada selama kabut asap masih terjadi.

“Kita berharap masyarakat kalau memang ingin beraktivitas di luar rumah tetap menggunakan masker, supaya partikel-partikel debu itu tidak masuk ke tubuh kita,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard