Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Siswa Sekolah Rakyat Ditargetkan Pindah ke Gedung Baru Akhir September

Redaksi 09-09-2026, 08:29 WIB 1 menit baca
Wabup Kotim, Irawati mengunjungi siswa sekolah rakyat. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Wabup Kotim, Irawati mengunjungi siswa sekolah rakyat. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan siswa Sekolah Rakyat (SR) mulai menempati gedung baru di Wengga Metropolitan, Kecamatan Baamang, akhir September 2026.

Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, proses pembangunan gedung sudah hampir selesai. Namun, beberapa fasilitas, terutama asrama, masih dikerjakan.

“Kalau tidak ada halangan, akhir September atau paling lambat awal Oktober semua siswa sudah pindah ke gedung baru,” kata Irawati, Selasa (8/9/2026).

Menurut Irawati, ruang belajar sudah hampir siap digunakan. Kendala saat ini lebih banyak pada kesiapan asrama.

“Asramanya masih dalam proses. Tempat tidur juga harus disesuaikan dengan jumlah siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, siswa nantinya akan ditempatkan sesuai jenjang pendidikan. Siswa SD, SMP, dan SMA akan dipisahkan. Asrama putra dan putri juga dibuat terpisah.

“Tidak mungkin satu tempat tidur dipakai dua anak,” katanya.

Untuk sementara, sekitar 42 siswa SD masih mengikuti pembelajaran di lokasi lama. “Yang SD ada sekitar 42 orang. Mereka masih di sini sampai bangunan baru siap,” ungkap Irawati.

Selain persoalan gedung, aktivitas Sekolah Rakyat juga sempat terganggu akibat kabut asap yang menyelimuti Kotim.

Siswa yang memiliki keluarga di sekitar lokasi diperbolehkan pulang sementara. Sedangkan siswa yang tidak memiliki keluarga tetap tinggal di asrama.

“Yang ada keluarga, mereka pulang. Yang tidak ada keluarga, sementara dikumpulkan di sini dan tidur di asrama,” jelasnya.

Irawati menyebut kondisi tersebut berlangsung sekitar empat hingga lima hari saat kabut asap cukup pekat.

“Yang tidak punya keluarga, mereka sementara tinggal di sini dulu,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard