Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Pembakaran Sampah Picu Karhutla di Jalan Kubau Lamandau, BPBD Bergerak Cepat Padamkan Api

Redaksi 21-07-2026, 20:59 WIB 1 menit baca
Petugas memadamkan api di lahan kosong di Jalan Kubau RT 10, Kecamatan Bulik, terbakar pada Selasa (21/7/2026).FOTO: BAYU/SB
Petugas memadamkan api di lahan kosong di Jalan Kubau RT 10, Kecamatan Bulik, terbakar pada Selasa (21/7/2026).FOTO: BAYU/SB

SB, NANGA BULIK– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Lamandau. Sebidang lahan kosong di Jalan Kubau RT 10, Kecamatan Bulik, terbakar pada Selasa (21/7/2026). Berkat respons cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lamandau bersama Polsek Bulik, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum meluas.

Hendikel kalaksa BPBD Lamandau menyampaikan Informasi kejadian diterima BPBD Lamandau melalui grup WhatsApp BPBD yang dibagikan oleh pelapor, Grianso. Tim TRC kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 12.50 WIB untuk melakukan upaya pemadaman.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, kebakaran diduga berawal dari aktivitas pembakaran sampah. Tiupan angin yang cukup kencang menyebabkan api dengan cepat merambat ke semak belukar di sekitar lokasi.

"Lahan yang terbakar merupakan tanah mineral dengan vegetasi berupa semak belukar. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 15 x 10 meter, dengan tipe kebakaran berupa kebakaran permukaan," jelasnya. 

Dalam proses pemadaman, BPBD Lamandau mengerahkan dua unit truk tangki, satu unit mobil slip on, mesin apung, selang pemadam, serta perlengkapan pendukung lainnya. Sumber air diperoleh dari jaringan PDAM Nanga Bulik. Personel BPBD juga mendapat dukungan dari anggota Polsek Bulik.

Setelah bekerja selama kurang lebih satu jam empat puluh menit, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 14.30 WIB. Tim kemudian melakukan pengecekan terhadap seluruh personel sebelum kembali ke Posko TRC-PB untuk memastikan seluruh anggota dalam kondisi aman.

Hendikel mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat kondisi cuaca panas dan angin kencang yang dapat memicu meluasnya kebakaran.

"Hingga penanganan selesai, tidak terdapat kendala yang dihadapi di lapangan dan situasi di lokasi kebakaran telah dinyatakan aman serta terkendali," pungkasnya. (BY-SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard