Wabup Kotim, Irawati ketika menyapa siswa sekolah rakyat. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT – Pemindahan siswa ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotim mulai dilakukan. Progres pembangunan gedung permanen sekolah tersebut kini mencapai sekitar 80 persen.
Sebanyak 50 siswa SMA angkatan pertama sudah menempati gedung permanen. Namun, seluruh siswa belum bisa dipindahkan karena pembangunan asrama dan sejumlah fasilitas pendukung masih berlangsung.
Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan pembangunan ditargetkan selesai pada September 2026.
“Kalau secara keseluruhan bangunan ini mencapai sekitar 80 persen. Mudah-mudahan September semuanya selesai,” kata Irawati, Kamis (13/8/2026).
Sementara itu, sekitar 50 siswa SD angkatan pertama masih mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat Rintisan di kawasan Islamic Center Sampit.
Siswa baru tahun ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD, SMP, dan SMA juga masih menggunakan ruang belajar yang tersedia secara terbatas. Bahkan, satu ruangan saat ini masih digunakan hingga 16 siswa.
“Belum pindah semua. Karena tempatnya belum selesai sepenuhnya,” ujarnya.
Irawati menjelaskan, setiap kamar asrama sebenarnya mampu menampung 18 hingga 22 siswa. Namun, Pemkab Kotim berupaya mengurangi jumlah penghuni agar siswa tetap nyaman.
“Kapasitasnya memang 18 sampai 22. Tapi kalau kita usahakan tidak sampai segitu. Makanya, belum selesai semuanya asramanya,” jelasnya.
Pemkab Kotim berharap pembangunan rampung sesuai target sehingga seluruh siswa dapat segera menempati kawasan sekolah permanen dengan fasilitas yang lebih lengkap dan nyaman. (f1/sb)