seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kasus ISPA di Sampit Melonjak, Juli Capai 154 Pasien

by Redaksi - Tanggal 14-08-2026,   jam 11:33:47
ILUSTRASI ILUSTRASI

SB, SAMPIT – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di Kotawaringin Timur (Kotim) melonjak tajam di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

RSUD dr. Murjani Sampit mencatat 154 kasus ISPA sepanjang Juli 2026. Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan Juni yang hanya mencapai 62 kasus.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. Murjani Sampit, dr. Candra E, mengatakan terjadi penambahan 92 kasus dalam satu bulan.

“Data bulan Juli, kasus ISPA untuk rawat jalan dan rawat inap sebanyak 154 kasus. Dibandingkan Juni yang hanya 62 kasus, terjadi kenaikan sekitar 100 persen,” ujar Candra.

Dari total kasus pada Juli, sebanyak 106 pasien menjalani rawat jalan, sedangkan 48 pasien harus menjalani rawat inap.

Menurut Candra, peningkatan kasus tersebut terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla di sejumlah wilayah Kotim.

“Asap karhutla dan kondisi kekeringan dapat menyebabkan batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga sesak napas,” jelasnya.

Ia mengingatkan masyarakat, terutama anak-anak, lansia dan warga yang memiliki gangguan pernapasan, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

“Masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat kualitas udara memburuk,” katanya.

RSUD dr. Murjani juga mengimbau warga segera memeriksakan diri jika mengalami gejala ISPA yang tidak kunjung membaik. (f1/sb)