seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RI HUT

Puncak Karhutla Baru Dimulai, Bupati Minta Warga Aktif Cegah Karhutla

by Redaksi - Tanggal 18-08-2026,   jam 12:07:50
Bupati Kotim, H Halikinnor meninjau posko karhutla di BPBD. (FOTO: SEPUTAR BORNEO) Bupati Kotim, H Halikinnor meninjau posko karhutla di BPBD. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan petugas saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Memasuki puncak musim kemarau pada Agustus hingga September, Halikinnor menegaskan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kondisi kemarau saat ini bahkan mulai membuat sejumlah embung di Kotim mengering.

“Sekarang baru Agustus, kita sudah melihat embung-embung mulai kering. Panasnya luar biasa. Karena itu, setiap ada titik api harus segera kita tangani,” kata Halikinnor, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, pemerintah bersama TNI, Polri, BPBD, Korem, Kodim dan instansi terkait telah mengerahkan personel untuk menangani kebakaran. Namun, keterbatasan tenaga dan peralatan membuat dukungan masyarakat sangat penting.

Ia juga menyoroti masih adanya warga yang pasif ketika kebakaran terjadi di sekitar permukiman.

“Jangan hanya diam di rumah ketika ada kebakaran di sekitar kita. Kalau apinya masih kecil, mari sama-sama dipadamkan. Jangan menunggu besar baru menghubungi petugas,” tegasnya.

Halikinnor mengingatkan api kecil bisa dengan cepat meluas saat kondisi lahan kering. Karena itu, masyarakat diminta segera bertindak dan tidak membiarkan petugas bekerja sendirian.

“Kalau kita bergerak bersama sejak api masih kecil, tentu akan lebih mudah dikendalikan. Tanpa kebersamaan, karhutla akan sulit ditanggulangi,” ujarnya.

Ia berharap kepedulian masyarakat semakin meningkat sehingga jumlah kejadian karhutla dan dampaknya dapat ditekan selama puncak musim kemarau.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah dan memadamkan api sejak awal,” pungkasnya. (f1/sb)