Wabup Katingan Hadiri Kunker Kepala BNN RI, Dorong Penguatan Sinergi Pemberantasan Narkoba
SB, PALANGKA RAYA - Wakil Bupati Katingan, Firdaus, menghadiri Kunjungan Kerja Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia ke Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Jayang Tingang Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026). Agenda ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BNN, Forkopimda, serta berbagai elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah beserta jajaran, serta Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah.
Turut hadir para bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah atau yang mewakili, Ketua GDAN, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan dunia usaha, mahasiswa, insan media, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, penandatanganan BAST Hibah menjadi salah satu agenda utama. Serah terima hibah tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk mendukung penguatan pelaksanaan program dan tugas kelembagaan dalam rangka mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin tangguh menghadapi ancaman narkotika.
Wakil Bupati Katingan, Firdaus, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen untuk terus membangun kerja sama dengan BNN dan seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba.
“Pemerintah Kabupaten Katingan tentu berkomitmen mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Persoalan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab BNN atau aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujar Firdaus.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga generasi muda sangat diperlukan agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Kita harus memperkuat kolaborasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman dan ketahanan diri terhadap bahaya narkotika. Pencegahan harus dilakukan sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat,” katanya.
Kunjungan kerja Kepala BNN RI ke Kalimantan Tengah juga dinilai menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Melalui komunikasi dan kerja sama yang semakin erat, berbagai persoalan terkait penyalahgunaan serta peredaran narkotika di daerah diharapkan dapat ditangani secara lebih terpadu.
Firdaus menegaskan, Kabupaten Katingan siap mengambil bagian dalam gerakan bersama menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
“Kami siap bersinergi dan mendukung langkah-langkah BNN dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Ini merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi dan pembangunan daerah,” tegasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rangkaian agenda resmi lainnya. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat menunjukkan bahwa penanganan persoalan narkotika membutuhkan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga melalui pencegahan, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ketahanan sosial.
Dengan adanya kunjungan kerja dan penandatanganan BAST Hibah tersebut, diharapkan koordinasi antara BNN, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan semakin solid dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkotika. (sb/*)