RSUD Murjani Sampit Siapkan Ekspansi SDM Klinis untuk Pangkas Waktu Tunggu Pasien
SB, SAMPIT - RSUD dr Murjani Sampit berencana memperkuat sumber daya manusia (SDM) klinis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan waktu tunggu pasien. Penambahan tenaga kesehatan akan dilakukan secara strategis sesuai kebutuhan dan beban pelayanan di rumah sakit.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany mengatakan, ekspansi SDM klinis menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan alur pelayanan. Tenaga kesehatan yang akan diperkuat meliputi dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi spesialis, hingga apoteker.
“Penambahan tenaga kesehatan ini penting untuk menekan waktu tunggu pasien. Penempatannya akan disesuaikan dengan titik pelayanan yang memiliki antrean dan beban kerja tinggi,” jelasnya, Jumat (4/9/2026).
Untuk dokter umum, penempatan diarahkan pada lini pelayanan seperti triase Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan poli umum. Keberadaan dokter umum diharapkan dapat mempercepat proses skrining awal, menangani pasien dengan kondisi non-darurat, serta mencegah terjadinya penumpukan pasien di IGD.
Sementara itu, penambahan dokter spesialis akan diprioritaskan pada poli dengan tingkat kunjungan dan antrean tinggi, seperti obstetri dan ginekologi (Obgyn), anak, penyakit dalam, serta bedah.
Menurut Yulia, penambahan dokter spesialis dapat meningkatkan kapasitas pelayanan setiap jam sekaligus mempercepat pengambilan keputusan klinis, termasuk dalam menentukan kebutuhan pasien untuk menjalani rawat inap.
“Dokter spesialis akan diarahkan pada pelayanan yang antreannya tinggi sehingga kapasitas pemeriksaan dapat meningkat dan keputusan klinis bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Selain dokter, RSUD dr Murjani juga memandang kebutuhan dokter gigi spesialis sebagai bagian penting dalam penguatan pelayanan. Tenaga tersebut diharapkan dapat menangani kasus-kasus kompleks secara langsung, sehingga pasien tidak perlu melalui proses rujukan internal yang dapat menambah waktu tunggu.
Di sisi lain, penambahan apoteker akan difokuskan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan farmasi, khususnya di depo rawat jalan. Apoteker berperan dalam mempercepat proses telaah dan rekonsiliasi obat, dispensing, hingga pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada pasien.
“Penambahan apoteker di depo rawat jalan diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan resep sehingga tidak terjadi penumpukan pasien setelah selesai menjalani pemeriksaan dokter,” kata Yulia.
Ia menambahkan, penguatan SDM klinis tidak hanya ditujukan untuk menambah jumlah tenaga kesehatan, tetapi juga memastikan setiap tahapan pelayanan berjalan lebih efektif. Dengan demikian, waktu tunggu pasien dapat ditekan dan pelayanan di RSUD dr Murjani Sampit menjadi lebih cepat serta optimal. (f1/SB)