Meriahkan Hari Batik Nasional 2026, P2LIPI Kapuas Gelar Pagelaran Kala Karya Batik Nusantara
SB, KUALA KAPUAS – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2026, DPC Perkumpulan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (P2LIPI) Kabupaten Kapuas menggelar pagelaran busana bertajuk Kala Karya Batik Nusantara di atrium lantai 2 Citimall Kuala Kapuas, Minggu (1/11/2026) siang.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan batik Nusantara sekaligus mendorong kecintaan masyarakat terhadap batik, khususnya batik khas Kalimantan Tengah, Benang Bintik.
Pagelaran tersebut melibatkan lima perancang busana berbakat asal Kabupaten Kapuas, yakni Ismail M. Zefandy, Sabta Fernando, S.Pd., Eva Lestari, Fuan Handayani, dan Adian Sugiyannor. Sebanyak 48 model turut ambil bagian memperagakan berbagai rancangan busana batik hasil karya para desainer.
Ketua Panitia Pelaksana, Diah Oktaviani, dalam laporannya menyampaikan bahwa Kala Karya Batik Nusantara merupakan pagelaran busana yang menampilkan ragam batik Nusantara dengan kekayaan makna filosofis dan keindahan yang tidak lekang oleh waktu.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, batik sebagai warisan budaya Indonesia semakin digemari, terus dikreasikan, dan semakin sering dikenakan sehingga kelestariannya tetap terjaga serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Ia juga berharap batik, khususnya Benang Bintik khas Kalimantan Tengah, semakin dikenal dan digunakan oleh masyarakat Kabupaten Kapuas. Tidak hanya untuk acara seremonial atau kegiatan formal, tetapi juga dapat menjadi pilihan busana dalam aktivitas santai sehari-hari.
Sementara itu, Ketua DPC P2LIPI Kabupaten Kapuas, Dr. Like Prisdian Cahyaningtyas, menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kecintaan P2LIPI terhadap batik sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mencintai, menggunakan, dan melestarikan warisan budaya Indonesia tersebut.
"Kami ingin masyarakat Kabupaten Kapuas semakin mencintai batik dan ikut melestarikannya. Harapannya, kreativitas masyarakat melalui dunia fashion juga semakin berkembang dengan mengangkat batik yang kita miliki," ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan Kala Karya Batik Nusantara dapat menjadi agenda rutin ke depannya, sehingga semakin banyak ruang bagi perancang busana lokal untuk menunjukkan kreativitas dan memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
Selain pagelaran busana, kegiatan ini juga menghadirkan mini bazar yang diisi sejumlah tenant dengan beragam produk, mulai dari kain batik tulis dan printing, produk perawatan kulit serta konsultasi skin treatment, aksesori fashion berbahan rotan, kaos batik khas Kalimantan Tengah, hingga madu kelulut.
Suasana acara semakin semarak dengan penampilan dari ibu-ibu pengurus DPC P2LIPI bersama Mega Power Crew serta pertunjukan dari Chlarosa Modeling School.
DPC P2LIPI Kabupaten Kapuas berharap batik tidak hanya dipandang sebagai busana tradisional untuk acara tertentu, tetapi juga semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat serta menjadi bagian dari pengembangan kreativitas dan industri fashion lokal. (f4)