Inflasi Kalteng Tertinggi di Kalimantan, Harga Beras Jadi Pemicu Utama
SB, PALANGKA RAYA – Laju inflasi di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menjadi perhatian serius. Pada Oktober 2026, inflasi tahunan Kalteng mencapai 5,19 persen atau tertinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan. Kenaikan harga beras menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tingginya inflasi tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian Pemprov Kalteng dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara virtual, Selasa (3/11/2026). Rakor diikuti dari Ruang Rapat Bajakah 2, Kantor Gubernur Kalteng dan dipimpin Sekjen Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir.
Berdasarkan data Oktober 2026, inflasi tahunan Kalteng mencapai 5,19 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 3,91 persen. Angka tersebut menempatkan Kalteng sebagai provinsi dengan inflasi tertinggi di Pulau Kalimantan.
Kabupaten Kapuas mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,87 persen, sedangkan Sampit menjadi daerah dengan inflasi terendah sebesar 4,72 persen. Sementara itu, Sukamara dan Palangka Raya berada di antara kedua angka tersebut.
Tenaga Ahli Gubernur (Sahli) Yuas Elko mengatakan, kenaikan harga beras tidak terlepas dari kondisi yang terjadi di Kalteng, termasuk dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap jalur distribusi.
"Naiknya harga beras ini juga dipengaruhi kondisi karhutla yang berdampak terhadap jalur distribusi. Selain itu, ada jenis beras tertentu yang memang banyak diminati dan dikonsumsi masyarakat lokal," ujarnya.
Untuk menekan kenaikan harga, Pemprov Kalteng akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Perum Bulog. Sejumlah langkah disiapkan agar pasokan pangan tetap tersedia dan harga kebutuhan pokok lebih terkendali.
"Pemprov Kalteng akan bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bulog untuk menjaga stabilitas harga pangan. Upaya yang dilakukan melalui pasar murah, Gerakan Pangan Murah, pasar penyeimbang hingga operasi pasar," tegas Yuas.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menekan laju inflasi di Kalteng. (sb/*)