Serda Heri Masih Hilang, Pencarian Korban Helikopter Jatuh di Seruyan Terkendala Arus Deras
SB, PALANGKA RAYA – Nasib Serda Heri, salah satu prajurit TNI AD yang menjadi korban kecelakaan helikopter MI-17 milik Penerbad TNI AD di perairan Kabupaten Seruyan, masih belum diketahui.
Hingga Kamis (5/11/2026) siang, upaya pencarian di sekitar lokasi jatuhnya helikopter belum membuahkan hasil.
Tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD terus menyisir kawasan perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir. Pencarian dilakukan menggunakan perahu Landing Craft Rubber (LCR), dengan fokus menemukan satu prajurit yang masih hilang tersebut.
Kapendam XXII/Tambun Bungai, Kolonel Arh Dodo Sahata, mengatakan proses pencarian sejak pagi menghadapi sejumlah kendala. Kondisi air yang keruh, arus cukup deras, serta tumpahan minyak yang masih tersebar di sekitar lokasi jatuhnya helikopter menjadi tantangan bagi tim gabungan.
"Tim gabungan masih melaksanakan pencarian terhadap satu prajurit yang belum ditemukan, yakni Serda Heri. Pencarian dilakukan dengan melibatkan personel TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD di sekitar perairan Desa Sungai Perlu," ungkap Dodo.
Namun, sekitar pukul 13.00 WIB, pencarian terpaksa dihentikan sementara. Air yang mulai pasang menyebabkan ketinggian air meningkat dan arus semakin kuat. Kondisi tersebut membuat tim penyelam Basarnas menghentikan proses penyelaman demi keselamatan personel.
"Memasuki siang hari, kondisi air mulai pasang dengan arus yang semakin kuat. Karena pertimbangan keselamatan, tim penyelam Basarnas menghentikan sementara proses pencarian," jelasnya.
Sementara itu, lima prajurit yang berhasil dievakuasi telah diberangkatkan ke Banjarmasin untuk mendapatkan perawatan medis menggunakan helikopter Penerbad sekitar pukul 10.10 WIB. Mereka masing-masing Kapten Cpn Febri, Letda Cpn Frjiz, Pratu Gilang, Serka Kadia, dan Kapten Suganda. Kelimanya dilaporkan membutuhkan penanganan medis akibat luka dan trauma yang dialami.
Di sisi lain, dua prajurit yang gugur dalam insiden tersebut, yakni Mayor Cpn Dudi dan Lettu Cpn Hafiz, telah diberangkatkan menggunakan pesawat Kassa A-9035 untuk proses pemulangan. Mayor Cpn Dudi diberangkatkan menuju Semarang, sedangkan penerbangan yang membawa jenazah Lettu Cpn Hafiz dilanjutkan menuju Bandung.
Hingga Kamis siang, pencarian masih menjadi prioritas tim gabungan untuk menemukan Serda Heri.
"Upaya pencarian akan terus diupayakan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan dan faktor keselamatan seluruh personel yang terlibat," pungkasnya. (rk/sb)