Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Hasil Uji Laboratorium Kue Ipau Positif Mengandung Bakteri

Redaksi 03-04-2023, 03:15 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi menjelaskan hasil pemeriksaan sampel kue ipau yang menyebabkan keracunan massal. (FOTO:ISTIMEWA)
Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi menjelaskan hasil pemeriksaan sampel kue ipau yang menyebabkan keracunan massal. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Jumlah korban keracunan massal kue ipau yag dibeli warga di kawasan Kecamatan Baamang Sampit bertambah, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) jumlah korban sebanyak 84 korban yang maih dirawat dan 1 orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi mengatakan, mereka sudah membentuk tim dalam melakukan pendataan korban dan meneliti penyebab keracunan massal yang terjadi.

Ditambahkannya, pihaknya sudah mengambil dua sambil, satu untuk uji laboratorium Kotim dan satunya lagi untuk BBPOM Palangka Raya. Sampel yang diambil untuk uji coba lab yaitu kue dalam kemasan dan sisa bahan pembuatan kue.

“Laporan Hasil Uji (LHU) Laboratorium, Nomor 146-MM/LHU/LAB-KTM/2303-2/4 Dinkes Kotim kue ipau, hasil pengujian positif (+) mengandung E Coli dan Salmonella,” terang Umar saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/4/2023).

Ia menjelaskan, untuk kandung e coli dalam tubuh manusia ada normal dengan batas-batas tertentu, sedangkan yang dikonsumsi korban keracunan dikatakan tidak normal karena sudah dicemari makanan. Kemudian Salmonela bisa terjadi di bahan pembuatan kue, mestinya salmonela ini tidak terkandung di makanan karena itu bakteri sangat berbahaya.

“Proses bahan pangan yang tidak higen dan sanitasi, kemudian proses pengolahan yang kurang bagus. Dikarenakan bahan – bahan pembuatan kue juga diduga sudah lama disimpan akhirnya menyebabkan adanya bakteri di dalamnya,” tegasnya.

Dirincikan, total 84 korban terdiri dari pria 33 orang dan wanita 51 orang, sedangkan umur kurang 5 tahun 5 orang, diatas 5 tahun 66 orang dan lansia 13 orang. Dari Kecamatan MB Ketapang 24 orang, Bamaang 48 orang, Kota Besi 5 orang,  Cempaga 3 orang dan Antang Kalang 4 orang.

“Tim Dinkes Kotim masih menunggu Hasil Uji Laboratorium sampel kedua dari tim BBPOM Palangka Raya, kemudian nanti akan ditindak lanjuti,” tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard