Jaga Keindahan Kawasan Wisata Air Hitam dengan Tak Membuang Sampah Sembarangan
SB, PALANGKA RAYA - Kawasan Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai yang merupakan salah satu destinasi wisata favorit di kota Palangka Raya. Tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun dari luar daerah bahkan dari Mancanegara pada saat libur panjang atau libur hari raya besar keagamaan.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya Hj Iin Hendrayati Idris kepada awak media usai menghadiri acara peluncuran sistem pembayaran non tunai (QRIS) di objek wisata setempat, Senin (03/04/2023) mengatakan, kawasan wisata air hitam punya daya Tarik sendiri dan perlu dijaga keasrian dan keindahanya.
“Mari bersama-sama kita jaga kebersihan, kerapian dan keindahan tempat wisata ini agar selalu menarik perhatian wisatawan. Jangan membuang sampah sembarangan yang dapat merusak daya tarik wisatawan berkunjung ke tempat ini,” ujar Iin.
Meskipun pemerintah telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam menjaga, menggali, membina serta mengembangkan berbagai potensi sumber daya wisata setempat. Namun hal ini tidaklah cukup tanpa adanya kesadaran masyarakat itu sendiri dalam membantu pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kenyamanan termasuk peran aktif menjaga sarana di objek wisata itu sendiri.
“Untuk itu saya, sekali lagi saya mengajak agar seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga dan memelihara serta melestarikan kawasan-kawasan wisata yang ada di Kota Cantik Palangka Raya ini, selain itu pengunjung juga diminta untuk tidak mengotori tempat wisata dengan mencoret-coret tanda tanda di area wisata,” tuturnya.
Karena apabila tempat wisata terlihat kotor lanjutnya, maka akan mengurangi minat wisatawan yang akan berkunjung ke tempat tersebut. Untuk itu, mari kita bersama-sama meningkatkan sektor pariwisata kita dengan cara menjaga serta memelihara destinasi wisata yang ada di kota cantik ini demi menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
“menjelang akan ada libur hari raya besar keagamaan, kemungkinan akan banyak wisatawan yang akan berkunjung ketempat ini untuk berwisata hal ini akan menimbulkan banyaknya sampah, akibat perbuatan wisatawan yang belum sadar pentingnya menjaga lingkungan,” tutupnya. (mda/ok)