BBPOM dan Pemkab Kotim Sidak Pangan, Ini Yang Ditemukan
SB, SAMPIT- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam hal ini Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Satpol PP serta Polres Kotim melaksanakan sidak produk pangan disejumlah titik di Kota Sampit yang dilaksanakan pada 5-7 April 2023.
“Kegiatan sidak pangan saat bulan Ramadan menelang Hari Raya Idul Fitri sudah menjadi agenda rutin, termasuk Hari Raya Natal dan tahun baru serta hari besar lainnya,” ucap Kepala BBPOM Palangka Raya, Syafriansyah, Jumat (7/4/2023).
Ia mengatakan, tujuan dilaksanakan sidak di Kota Sampit bersama Pemerintah Kotim dalam rangka pengawasan pangan dan upaya pencegahan jangan sampai ada peredaran makanan minuman yang beresiko pada kesehatan konsumen.
“Yang diketahui ada peningkatan peredaran pangan baik hasil pengelolahan maupun bahan baku saat hari-hari besar, seperti Ramadan saat ini,” ungkapnya.
Syafriansyah menyampaikan, hari ini mereka sudah melakukan sidak 5 toko, tujuh swalayan, satu distributor dan satu hypermart.
“Hasil pemeriksaan bersam tim didapat ada empat sarana pangan yang menjual produk kadarluasa dan rusak. Teridiri dari satu jenis pangan tanpa izin edar ada 40 buah, 14 jenis pangan kadarluasa sebanyak 40 buah dan 34 jenis pangan rusak 45 buah,” cetusnya.
Untuk idealnya pelaku usaha harus mengontrol setiap saat pajangan disarana mereka apakah sudah masuk atau mendekati tanggal kadarluasa kemudian dicek apakah produk ada kerusakan atau tidak agar tidak membahayakan konsumen.
“Yang ditemukan dilpangan jenis pangan dominan makanan kaleng seperti, sarden, bumbu dapur dan susu,” tutupnya.
Masyarakat pun diminta untuk lebih berhati – hati lagi karena menjual produk kadarluasa dan rusak bisa terkena sanksi adminstratif, barangnya ditarik dan izin usaha bisa dicabut. (f1/sb)