Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Kotim Capai 39 Persen
SB, SAMPIT - Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) saat ini mulai dijalankan secara bertahap di seluruh sekolah yang ada di 17 Kecamatan se-Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, Irfansyah pun optimis penerapan kurikulum tersebut akan terlaksana dengan baik.
Dan menurutnya juga, Kurikulum Merdeka masih rendah namun pemerintah daerah tetap optimis menuntaskannya sampai 2024 nanti mendatangi itu bisa berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
“Kurikukum Merdeka Belajar merupakan penyempurna dari kurikulum yang sudah berjalan sebelum-sebelumnya. Secara keseluruhan Kotim ada 856 satuan pendidikan dan pelaksanaanya baru 39 persen atau 356 satuan pendidikan,” terang Irfansyah, Senin (29/5/2023).
Ditambahkan Irfansyah, berkaca pada kurikulum-kurikulum sebelumnya penerapannya secara keseluruhan membutuhkan waktu yang cukup lama dan dilakukan secara matang.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan, alokasi waktu yang panjang hingga penerapan di keseluruhan Kotim sangat dibutuhkan. Mengingat guru-guru harus betul-betul adaptif dan memahami mulai dari paradigma, konten, delivery metode hingga evaluasi kurikulum baru tersebut.
“Kami akan menyusun regulasi peraturan bupati terkait Sekolah Penggerak implementasi Kurikulum Merdeka dan perencanaan berbasis data. Peraturan bupati nanti akan menjadi panduan untuk memudahkan kami menjadi panduan penerapan kurikulum merdeka belajar,” tukasnya.
“Harapan kita, dengan adanya sekolah penggerak bisa membantu pemerintah dalam menyukseskan kurikulum merdeka belajar,” tutupnya. (f1/sb)