Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Halikinnor Ajak Santri Jadi Pelopor Kemajuan di Tengah Tantangan Zaman

Redaksi 22-10-2026, 16:16 WIB 2 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika menghadiri peringatan hari santri dengan melaksanakan doa bersama. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kotim, H Halikinnor ketika menghadiri peringatan hari santri dengan melaksanakan doa bersama. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, mengajak para santri untuk terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan daerah, tidak hanya melalui penguatan nilai-nilai agama, tetapi juga dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi kreatif.

Ajakan tersebut disampaikan Halikinnor saat peringatan Hari Santri Nasional 2026, Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, santri masa kini harus mampu memadukan kekuatan iman dan akhlak dengan kecerdasan intelektual agar dapat menjawab berbagai tantangan di era modern.

“Santri bukan sekadar pewaris keilmuan Islam, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun masyarakat Indonesia. Santri harus tetap teguh memegang nilai-nilai agama, sekaligus tangkas dalam menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Halikinnor juga berharap lembaga pendidikan keagamaan dapat terus menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga mampu melahirkan generasi muda berakhlak mulia, cerdas, dan memiliki daya saing.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda wilayah Kotim.

Kondisi tersebut membuat pelaksanaan kegiatan yang semula direncanakan di lapangan terbuka harus dipindahkan ke lokasi yang lebih memungkinkan.

Ia menegaskan, perubahan lokasi kegiatan tidak mengurangi semangat maupun makna peringatan Hari Santri Nasional.

“Kondisi kabut asap yang kita hadapi saat ini merupakan ujian sekaligus pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap alam. Santri sebagai generasi penerus harus menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan serta menumbuhkan kesadaran untuk bersyukur atas ciptaan Tuhan,” tuturnya.

Halikinnor juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghadapi bencana karhutla dengan meningkatkan kepedulian, menjaga lingkungan, dan memperkuat ikhtiar serta doa.

Ia menyebutkan, pemerintah bersama unsur kepolisian dan masyarakat telah berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan. Namun, kondisi kemarau yang berkepanjangan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman.

Menurutnya, situasi tersebut menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan sehingga perlu terus berusaha dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Halikinnor mengajak seluruh santri, pelajar, guru, dan masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Selamat Hari Santri Nasional 2026. Santri kuat, Indonesia kuat,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard