Lewati ke konten utama
DPRD Palangka Raya

Cegah Bencana Karhutla, Semua Pihak Harus Pro Aktif

Redaksi 13-06-2023, 09:30 WIB 1 menit baca
Tim Satgas dari BPBD Palangka Raya bersama relawan saat melakukan  pemadaman di area lahan yang terbakar. (FOTO:ISTIMEWA)
Tim Satgas dari BPBD Palangka Raya bersama relawan saat melakukan pemadaman di area lahan yang terbakar. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Musim kemaru yang terjadi saat sudah menjadi perhatian semua pihak, baik dari pemerintah kota, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan serta masyarakat secara luas.

Dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Anggota DPRD Palangka Raya Sigit Widodo mengajak semua pihak, agar turut  pro aktif mencegah sedini mungkin terhadap ancaman bencana Karhutla.

“Ya, Kita kan tahu bahwa BPBD telah merilis bahwa dari awal musim kemarau hingga Juni ini, di Kota Palangka Raya telah 34 kali mengalami kejadian karhutla,” ucapnya, Selasa (13/06/2023).

Maka dari itulah lanjutnya, peran dari semua pihak terutama masyarakat sangat diperlukan agar kejadian bencana karhutla pada 2015 silam tak terjadi lagi di Kota Palangka Raya.

“Mencegah bencana karhutla ini bukan hanya tugas pemerintah, namun juga semua elemen masyarakat. Termasuk juga pihak perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan,"ungkap Sigit.

Legislator yang tergabung dalam komisi C DPRD Palangka Raya ini juga mengatakan, pentingnya upaya semua pihak untuk pro aktif mencegah kathutla, agar bencana kathutla jangan sampai terjadi.

“Melihat, kondisi cuaca di Kota Palangka Raya cukup panas dengan suhu yang ekstrem. Terbukti sudah ada banyak kasus karhutla yang telah ditangani tim satgas karhutla bersama tim relawan,” tuturnya.

Pada kondisi ini sambung Sigit, masyarakat jangan menganggap enteng, karena suhu panas ektrem ini juga bisa memantik timbulnya karhutla disamping faktor warga yang membuka lahan dengan cara membakar."Sebab itulah semuanya mesti aktif mencegah bencana karhutla. Sebab apabila karhutla tidak bisa dicegah tentu akan banyak dampak yang muncul. Seperti mempengaruhi kesehatan dan juga perekonomian," tukasnya.

Sigit berharap, pemerintah daerah melalui pihak terkait, dapat terus memantau wilayah rawan karhutla. Selain itu juga memaksimalkan sosialisasi dan edukasi waspada kathutla, serta tidak membersihkan lahan dengan cara membakar. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard