Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

Jaga Ketersediaan Barang di Pasaran Untuk Tekan Inflasi

Redaksi 15-06-2023, 01:32 WIB 1 menit baca
Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu bersama TPID Palangka Raya saat Rakor HLM. (FOTO:ISTIMEWA)
Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu bersama TPID Palangka Raya saat Rakor HLM. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA -  Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu membuka Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palangka Raya menjelang Hari Raya Iduladha 1444 Hijriah di Aula Peteng Karuhei I Kantor Wali Kota Palangka Raya, Selasa (13/6/2023).

“Inflasi Kota Palangka Raya pada Mei 2023 tercatat sebesar 0,24 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain beras, bawang merah, ikan gabus, semangka, ayam hidup, kangkung, ketimun, daging ayam ras, bayam dan sewa rumah,” ucapnya.

Dikatakan Hera, selain penyumbang inflasi ada beberapa komoditas yang menyebabkan deflasi pada Mei 2023 antara lain angkutan udara, minyak goreng, telepon seluler, cabai rawit, sepatu anak, angkutan antar kota, mainan anak, bahan bakar rumah tangga, udang basah dan semen.

“Hal ini tentunya mendorong TPID Kota Palangka Raya agar memberikan perhatian lebih terhadap ketersediaan pasokan dan stabilitas harga. Melalui Perangkat Daerah terkait segera melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kebutuhan masyarakat sehingga tidak mengalami lonjakan harga yang signifikan,” tutur Hera.

Dia menegaskan kepada semua anggota TPID untuk bekerja secara maksimal dalam melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat, demikian juga untuk pertamina dan migas agar dapat memastikan bahwa tidak akan terjadi kelangkaan BBM dan LPG 3 kg bersubsidi.

“Kami mengharapkan peran aktif Bank Indonesia, Bulog, dan melalui Perangkat Daerah terkait untuk bekerjasama dalam menjalankan program dan kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi guna menstabilkan harga komoditas pangan khususnya komoditas yang rawan mengalami inflasi,” pungkasnya.

Hera menambahkan, jelang hari raya Iduladha 1444 H tentunya harus saling bersinergi, menjaga ketersediaan bahan pangan dipasaran tetap tersedia, sehingga pada saat hari raya atau bahkan setelahnya barang-barang masih ada sehingga harga masih sama. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard