Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Dinkes Kotim Minta Masyarakat Waspada ISPA dan Diare Pada Musim Kemarau

Redaksi 30-06-2023, 05:47 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi. (FOTO:ISTIMEWA)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau kepada seluruh masyakarat Habaring Hurung untuk waspada terhadap penyakit infksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare di musim kemarau sekarang ini.

Ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi kepada seputarborneo.com, Jumat (30/6/2023).

Umar Kaderi pun mengimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan mengantisipasi penyakit-penyakit menular yang biasa terjadi di musim kemarau, karena sedikitnya curah hujan dan terbatasnya sumber air.

"Masyarakat tetap jalankan pola hidup sehat karena berbagai penyakit yang berpotensi muncul ketika perubahan musim saat ini yaitu, influenza, demam, diare, muntaber, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan batuk pilek,” kata Kadis Kesehatan Kotim.

Selain itu dirinya juga menyampaikan, diare mudah terjadi saat kemarau, air sulit didapatkan karena mengeringnya sumber air sehingga membuat kualitas air menurun.

Selain itu, konsumsi makanan dan minuman yang tidak dijaga kebersihannya, juga memicu bakteri masuk ke saluran pencernaan.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, penyakit saluran pernapasan juga harus diperhatikan ditambah dengan udara dingin yang muncul saat awal memasuki musim kemarau. Penularan penyakit Ispa juga bisa terjadi karena virus dan bakteri di udara terhirup manusia pada musim kemarau.

"Jika sudah terserang diare, cara awal mengatasinya dengan meminum larutan gula garam atau oralit. Kemudian tetap menggunakan masker untuk menghindari asap dan debu pada saat musim panas karena untuk menghindar terkena Ispa dimana ditandai dengan batuk, panas, dan sesak napas,” tegasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard