Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bupati Kotim Buka Musda III DAD, Ini Harapan Untuk Pengurus Baru Nantinya

Redaksi 22-07-2023, 12:33 WIB 1 menit baca
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor foto bersama dengan para pengurus dan tokoh adat dan lainnya usai membuka Musda III DAD Kotim. (FOTO:ABU)
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor foto bersama dengan para pengurus dan tokoh adat dan lainnya usai membuka Musda III DAD Kotim. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT – Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) III yang bertempat di Aula Sei Mentaya Bapelitbangda setempat pada Jumat (21/7/2023) malam,

Dalam pelaksanaan tersebut langsung dibuka oleh Bupati, H Halikinnor SH MM.

Bupati Kotim dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan Musda merupakan upaya untuk membina kelembagaan Adat Dayak di Kabupaten Kotim. Pasalnya lembaga adat ini sebagai mitra bagi pemerintah daerah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat adat di era globalisasi.

"Saya berpesan dengan adanya Musda ini kita menanamkan rasa persatuan dan kesatuan, kebersamaan dan saling menghormati baik sesama suku Dayak maupun antar Suku dan Agama, sehingga tercipta stabilitas ketenteraman, keamanan dan Ketertiban di Kotim,” kata Halikinnor.

Selain itu dirinya menyampaikan, momen ini juga selalu ditanamkan semangat hidup bersama dengan falsafah huma betang, tempun petak ela manana sare, nambesei uyah ela batawah belai dengan makna  bahwa kehidupan nasyarakat lokal menjadi perhatian dalam rangka mengangkat harkat dan martabat masyarakat di Kabupaten Kotim.

Lanjut Halikinnor, dengan adanya kepengurusan Dewan Adat yang baru nanti, tentunya diharapkan bisa membantu dan bersinergi dengan OPD terkait, dalam mensukseskan program-program pemerintah Kotim, khususnya program pemerintah yang bersinggungan erat dengan pengaturan hukum adat.

"Semoga melalui Musda ini kita dapat menghasilkan struktur pengurus Dewan Adat yang semakin baik kedepannya, semakin berdaulat dan terus memiliki ide-ide yang berlian, dalam menciptakan produk-produk adat, guna melestarikan dan menghimpun kekayaan adat budaya di wilayah Kabupaten Kotim,” tutupnya (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard