Perketat Pengawasan dan Edukasi Bahaya Rokok Pada Anak Bawah Umur
SB, PALANGKA RAYA – Meningkatnya jumlah perokok anak dibawah umur membuat sejumlah pihak merasa priahatin, tak terkecuali dari kalangan dewan Kota Palangka Raya. Susi Idawati mengatakan, dengan naiknya jumlah para perokok dikalangan anak sangat disayangkan, karena mereka merupakan generasi penerus bangsa.
“Hal ini jangan dibiarkan berlarut-larut, karena anak muda merupakan aset yang perlu dijaga dan dipelihara, jangan sampai larut dalam pergaulan negative yang akhirnya dapat merugikan diri sendiri dan lingkugan sekitar,” ucapnya, Senin (14/08/2023).
Srikandi dari Politisi Nasdem itu juga mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan dan pemberian edukasi yang massif, agar para generasi penerus bangsa terbebas dari bahaya rokok.
"Peningkatan jumlah perokok anak, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena dari rokok itu anak-anak akan mencoba ke hal-hal negative lainya, seperti mencoba Narkoba, minuman keras (miras) dan ini harus Kita cegah,” ungkapnya.
Dia menyebut, Harus ada terobosan dari pemerintah untuk menekan angka tersebut, ini juga bagian dari program jangka panjang pemerintah, agar generasi muda kalteng terutama Palangka Raya tidak terjerumus kepada hal-hal negatif.
“Masalah perokok anak yang ada di Indonesia, merupakan permasalahan serius yang membutuhkan intervensi mendalam untuk penanganannya, jangan sampai generasi penerus bangsa malah merosot dalam hal kecerdasan dan SDM nya,”tuturnya.
Apalagi sambungnya, masalah perokok anak mendapat perhatian serius dari kalangan internasional, terbukti dengan media-media asing yang menyebut Indonesia sebagai baby smoker country, karena ada kejadian balita yang viral menjadi perokok.
“Untuk mengurangi jumlah perokok pada anak-anak, maka pemerintah kota (pemko), harus gencar memberikan edukasi kepada anak-anak baik disekolah maupun pada kegiatan lainnya, bahayanya soal rokok, apalagi jika dikonsumsi anak-anak yang masih dibawah umur,” tandasnya. (mda/ok)