Lewati ke konten utama
Provinsi

Kotim Dihantui Kabut Asap, Dua Hari Sembilan Titik Terjadi Karhutla

Redaksi 15-08-2023, 02:50 WIB 1 menit baca
Tampak petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan. (FOTO:ISTIMEWA)
Tampak petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai dilanda kabut asap akibat sejumlah wilayah terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) beberapa har belakangan ini.

Bahkan dalam dua hari terjadi sembilan titik kebakaran ditemukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Kotim.

Kepala DPKP Kabupaten Kotim, Hawianan mengatakan, dalam kurun beberapa hari di Kabupaten Kotim mulai terjadi kebakaran dan pada kemarin terjadi kebakaran sebanyak delapan titik lokasi.

Dan menurutnya, rata-rata yang terbakar adalah lahan kosong dan tidak dirawat sehingga sangat mudah api membakar akibat kemarau kering. Jadi dirinya mengajak masyarakat jangan coba-coba melakukan pembakaran saat membuka ladang atau lainnya, terlebih tidak dijaga saat melakukan pembakaran.

“Akibat beberapa hari ini kebakaran hutan dan lahan sehingga menyebabkan kabut asap. Seperti yang terjadi di Baamang Barat, kami menurunkan unit UMPK 13 ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Hawianan, Selasa (15/8/2023).

Disampaikannya, kebakaran juga terjadi di Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang tepatnya di Jalan Saudara yang terjadi pada Jumat (11/8/2023) pukul 01.00 WIB. Kemudian pagi harinya terjadi kembali di tempat yang sama pada pukul 08.39 WIB

Lanjutnya, kemudian disusul di enam tempat lainnya yang dimulai dari pukul 10 00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, yang semuanya berhasil dipadamkan hingga pukul 19.30 WIB. Dan menduga penyebab kebakaran ini adalah masyarakat yang sengaja membakar lahan kosong.

"Kebakaran juga terjadi di kawasan pemukiman perumahan Bagas Kelurahan Baamang Tengah, petugas kami pun langsung berangkat ke TKK untuk melaksanakan operasi pemadaman. Jadi total 9 titik dalam dua hari belakangan ini,” tegasnya.

Pihaknya tidak bekerja sendirian namun bantuan dari unit personel dari instansi organisasi masyarakat, komunitas ditempat kejadian peristiwa. Seperti BPBD, Relawan kebakaran Ketapi 3, Relawan Baamang, Manggala Agni dan Kodim 1015 Sampit. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard