Indeks Pencemaran Udara di Kotim Berada 105
SB, SAMPIT - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memyampaikan indeks kualitas udara (AQI) dan polusi udara yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belakangan ini mencapai nilai 105.
Dampak karhutla yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur sudah mulai kabut asap, sehingga sangat rentan bagi penyandang penyakit saluran nafas.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi saat mengikuti kegiatan tabur bunga mengenang para pahlawan di Pelabuhan Sampit pada Rabu (16/8/2023).
"Berdasarkan parameter ISPU (indeks standar pencemar udara) yang terbaca saat ini sudah 105, yaitu masuk kategori tidak sehat. Kategori ini, masyarakat disarankan untuk tidak keluar rumah kalau urusan tidak terlalu penting,” ucap Umar Kaderi.
Dirinya mengatakan, kebakaran lahan yang mulai marak terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur secara tidak langsung berdampak kepada kualitas udara. Penurunan kualitas udara itu tergambar para parameter ISPU yang meningkat.
Lanjutnya, kabut asap beberapa hari ini belum memberikan dampak siginifikan bagi masyarakat yang terinfeksi saluran pernafasan (ISPA) namun pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk terus mengantisipasi.
"Untuk rekapan dari 21 PKM total 80 kasus ISPA, namun datanya masih digabungkan dengan data sebelum karhutla. Sampai sekarang kami belum terima rincian kasus ISPA akibat karhutla, namun diharapkan masyarakat tetap mengantisipasi. Selain menggunakan masker untuk menghindari ISPA dan gangguan kesehatan lainnya akibat udara tercemar asap karhutla, warga diimbau untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” katanya. (f1/sb)