Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Di Anggaran Terbatas, DPUPRPRKP Kotim Perbaikan Infrastruktur Skala Prioritas

Redaksi 06-09-2023, 03:45 WIB 1 menit baca
Salah satu perbaikan jalan yang dilakukan oleh DPUPRPRKP Kabupaten Kotim. (FOTO:ISTIMEWA)
Salah satu perbaikan jalan yang dilakukan oleh DPUPRPRKP Kabupaten Kotim. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Di tengah anggaran yang terbatas, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya melakukan perbaikan infrastruktur masuk skala prioritas.

Itu sesuai dengan komitmen Bupati Kotim, H Halikinnor SH MM untuk terus berupa membangun daerah lebih baik, meski ditengah keuangan daerah tidak stabil dan dirinya juga sedang fokus kepada pelunasan pembayaran utang pemerintah daerah sebelumnya.

Kabid Bina Marga DPUPRPRKP Kabupaten Kotim, Mentana menyatakan, bahwa pihak melakukan perbaikan infrastruktur aik itu jalan maupun jembatan disesuaikan dengan skala prioritas, karena menyesuaikan dengan anggaran yang serba terbatas.

 "Kami mengapresiasi informasi kerusakan jalan tetapi sejumlah keterbatasan membuat perbaikan jalan tidak dapat dilakukan seketika. Bukannya pihak PU tidak memperhatikan jalan yang belum diperbaiki, namun perbaikan itu disesuaikan dengan skala prioritas dan anggaran yang ada,” ujar Kabid Bina Marga Dinas PUPRPRKP Kotim ,Mentana saat dikonfirmasi, Rabu (6/9/2023).

Dirinya mengatakan, skala prioritas tergantung dengan kebutuhan jalan tersebut pasalnya setiap tahun peningkatan penggunaan jalan lebih besar dibandingkan kemampuan perbaikannya.

"Jauh sebelum pemberhentian pelaksanaan kegiatan OPD sementara oleh Bupati Kotim. Sepanjang tahun kami selalu mengutamakan jalan-jalan yang menghubungkan ke lembaga pendidikan, puskesmas atau rumah sakit. Seperti Jalan Batu Berlian itu akses ambulans ke RSUD dr Murjani, Jalan Kihajar karena akses semua pusat pendidikan banyak daerah itu,” terang Mentana.

Selain itu ditambahkannya, satu pertimbangannya yakni lalu lintas harian yang menggunakan akses jalan rusak tersebut. Kemampuan pendanaan, material dan personel menjadi hal lain yang menjadi pertimbangan.

Pihaknya tidak dapat melakukan perbaikan tanpa memperhatikan hal tersebut. Pasalnya anggaran perbaikan infrastruktur terbatas.

"Kami berharap agar masyarakat bisa memahami hal ini. Sebab, jika semua jalan langsung diperbaiki atau diaspal, maka permasalahannya ada pada dana. Oleh sebab itu, maka dipilihlah jalan mana yang menjadi prioritas,” tegasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard